Indonesia dan India bahas perluasan QRIS untuk dukung kerja sama perdagangan

Indonesia dan India bahas perluasan QRIS untuk dukung kerja sama perdagangan
QRIS dorong kerja sama dagang

Pertemuan bilateral di Jakarta menempatkan kerja sama ekonomi sebagai fokus utama hubungan Indonesia dan India. Selain membahas kemungkinan penggunaan QRIS di India, kedua negara juga menegaskan dorongan untuk mempercepat perundingan dagang dan memperkuat kerangka perdagangan kawasan.

Sorotan

  • Presiden Prabowo Subianto dan India membahas perluasan penggunaan QRIS di India untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara.
  • Indonesia dan India berkomitmen mempercepat pembahasan Indonesia-India Trade Agreement guna secara signifikan meningkatkan volume perdagangan bilateral.
  • Kedua negara mendorong peninjauan ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) untuk membuka pertumbuhan arus barang dan layanan di kawasan.

Agenda pembayaran digital dan perundingan dagang

Menurut Okezone, dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan India membahas penggunaan QRIS agar dapat dipakai di India sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi.

Prabowo mengatakan kedua negara memandang kerja sama ekonomi sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral. Ia menegaskan komitmen untuk meningkatkan perdagangan bilateral secara signifikan melalui percepatan pembahasan Indonesia-India Trade Agreement.

Selain itu, Indonesia dan India juga mendorong peninjauan peningkatan ASEAN-India Trade in Goods Agreement, atau AITIGA, guna memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.

Dampak bagi hubungan ekonomi bilateral

Pembahasan penggunaan QRIS mencerminkan upaya memperluas konektivitas sistem pembayaran yang dapat mendukung aktivitas bisnis dan transaksi lintas negara. Langkah ini juga sejalan dengan agenda yang lebih luas untuk memperdalam integrasi ekonomi antara Indonesia dan India.

Jika pembahasan perdagangan dan penguatan perjanjian berjalan lebih cepat, kedua negara berpotensi membuka ruang pertumbuhan bagi arus barang dan layanan di kawasan. Fokus pada instrumen pembayaran dan perjanjian dagang menunjukkan bahwa Jakarta dan New Delhi menempatkan efisiensi transaksi serta akses pasar sebagai area utama penguatan kerja sama.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang rencana pembangunan pelabuhan penghubung Indonesia–India, kedua negara membahas pengembangan pelabuhan Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nikobar untuk memperkuat konektivitas logistik. Agenda itu juga mencakup percepatan kerja sama pembayaran lintas batas berbasis QR serta dorongan memperkuat perjanjian dagang, termasuk pembahasan Preferential Trade Agreement dan peninjauan AITIGA.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.