Ashutosh Sureka

Indonesia dorong literasi investasi anak muda di tengah meluasnya pilihan aset

Indonesia dorong literasi investasi anak muda di tengah meluasnya pilihan aset
Anak muda melek investasi

Meningkatnya pilihan instrumen investasi di Indonesia mendorong kebutuhan penguatan literasi keuangan bagi generasi muda, terutama mahasiswa. Dorongan ini muncul ketika rendahnya pemahaman keuangan masih membuat sebagian anak muda rentan terhadap investasi ilegal dan judi online.

Sorotan

  • Jumlah transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp 480 triliun pada 2023, dengan prospek yang menjanjikan bagi investor berusia 18-34 tahun.
  • Regulasi aset kripto resmi berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan mulai 2025, menambah kepastian hukum dan perlindungan bagi investor.
  • Penguatan literasi investasi dan keamanan siber oleh PT ITSEC Asia serta pelaku industri lain dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dan pertumbuhan ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Ajakan memulai investasi legal sejak dini

KONTAN melaporkan, sejumlah pelaku industri keuangan dan pasar modal menekankan pentingnya memulai investasi sejak usia muda agar investor memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati pertumbuhan aset di masa depan.

Praktisi pasar modal Vier Abdul Jamal mengatakan investasi sejak dini dapat mempercepat peluang mencapai kebebasan finansial, sekaligus memberi ruang bagi anak muda untuk belajar dari kesalahan dan membangun aset produktif lebih awal. Menurut dia, waktu merupakan aset terbesar yang tidak dapat dibeli kembali, sehingga semakin cepat seseorang mulai berinvestasi, semakin besar potensi pertumbuhannya.

Presiden Direktur Pintu, Andy Putra, juga mendorong mahasiswa untuk memilih instrumen investasi yang legal dan menghindari judi online. Ia menyebut saham hingga aset kripto sebagai pilihan yang dapat dipertimbangkan, dengan prospek kripto yang dinilai masih menjanjikan di tengah minat kuat investor berusia 18-34 tahun.

Andy menambahkan aset kripto telah diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sejak 2025. Ia juga menyoroti fleksibilitas pasar kripto yang beroperasi 24 jam selama sepekan, sementara nilai transaksi kripto di Indonesia tahun lalu mencapai Rp 480 triliun.

Dampak bagi ekosistem keuangan digital Indonesia

Penguatan literasi investasi dinilai berjalan beriringan dengan kebutuhan menjaga keamanan ekosistem digital, seiring semakin banyaknya anak muda yang masuk ke instrumen berbasis teknologi. Perkembangan ini membuka ruang bagi perbankan, fintech, perusahaan sekuritas, dan penyedia layanan digital untuk memperluas edukasi sekaligus memperkuat perlindungan pengguna.

President Director PT ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan peran perusahaan tidak hanya menyediakan produk keamanan siber, tetapi juga membantu membangun ekosistem investasi digital yang lebih aman. Perusahaan bekerja sama dengan berbagai institusi keuangan, termasuk perbankan, perusahaan pembiayaan, fintech, perusahaan sekuritas, dan penyedia layanan pembayaran digital untuk melindungi sistem, data, dan layanan yang digunakan masyarakat.

Menurut Patrick, perlindungan yang konsisten terhadap data, transaksi, dan aset pengguna dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi secara digital. Ia menilai keamanan siber pada akhirnya tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Penindakan Satgas PASTI terhadap pinjol ilegal dan investasi ilegal pada semester pertama 2026 sempat kami ulas sebagai pengingat bahwa penawaran keuangan tanpa izin masih marak di kanal digital. Dalam laporan itu, OJK mencatat penghentian 1.218 entitas ilegal pada Januari–Juni 2026 serta menerima 22.206 pengaduan, yang menegaskan pentingnya perlindungan konsumen dan kewaspadaan saat memilih instrumen investasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.