IHSG dibuka melemah, saham energi menguat pada awal perdagangan Jakarta
Perdagangan saham di Jakarta pada Kamis pagi dibuka dengan tekanan jual yang mendorong IHSG ke level 5.865. Dalam sekitar 10 menit pertama, nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun dengan 291 saham turun, melampaui 256 saham yang naik.
Sorotan
- IHSG dibuka melemah dengan kapitalisasi pasar Rp10,2 triliun dan volume transaksi 2,7 miliar saham dalam 10 menit awal perdagangan.
- Sektor energi naik 1,17 persen menjadi penopang utama pasar, sementara sektor siklikal turun tipis 0,02 persen dan non siklikal naik 0,23 persen.
- Prodia Diagnostic Line (PRDL) memimpin kenaikan saham dengan lonjakan 35 persen, sedangkan Nitrasanata Dharma (JEXCX) terkoreksi paling dalam sebesar 14,87 persen.
Pergerakan awal perdagangan dan aktivitas pasar
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, volume perdagangan pada sekitar 10 menit awal sesi mencapai 2,7 miliar saham dengan frekuensi 384 ribu kali dan kapitalisasi pasar tercatat Rp10,2 triliun.Di tengah pembukaan yang melemah, 412 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan pasar masih lebih dominan pada awal sesi meski aktivitas transaksi terbilang ramai.
Tiga saham dengan kenaikan terbesar pada pagi ini dipimpin Prodia Diagnostic Line (PRDL) yang menguat 35 persen, disusul Niramas Utama (JELI) naik 24,91 persen, serta Jasnita Telekomindo (JAST) yang bertambah 18,18 persen.
Dari sisi penurunan, Nitrasanata Dharma (JEXCX) terkoreksi 14,87 persen, Bekasi Asri Pemula (BAPA) melemah 14,51 persen, dan Ndo Premier Investment Management (XIFE) turun 14,13 persen.
Sektor energi menopang di tengah tekanan indeks
Sektor energi menjadi penopang utama pasar pada awal perdagangan dengan kenaikan 1,17 persen. Sementara itu, sektor non siklikal masih menguat 0,23 persen dan sektor siklikal turun tipis 0,02 persen.Pergerakan sektoral ini memperlihatkan kenaikan pada saham tertentu belum cukup untuk mengangkat indeks secara keseluruhan. Dengan jumlah saham yang turun masih lebih banyak daripada yang naik, arah perdagangan pagi ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penilaian BEI terhadap dampak pengumuman S&P Dow Jones Indices, kami mengulas potensi arus keluar dana asing sekitar USD200 juta (sekitar Rp3,5–Rp4 triliun) jika klasifikasi pasar Indonesia turun dari emerging market menjadi frontier market. Kami juga mencatat adanya masa transisi sekitar satu tahun serta langkah reformasi seperti kebijakan free float 15% dan peningkatan transparansi pemegang saham untuk menjaga kepercayaan investor.
- Forex
- Crypto