Penggeledahan ruko Cipete perluas penyidikan kasus korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

Penggeledahan ruko Cipete perluas penyidikan kasus korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel
Penggeledahan Cipete diperluas

Penggeledahan di Cipete Selatan bertambah pada Kamis malam ketika penyidik memasuki sebuah ruko yang letaknya sekitar satu kilometer dari restoran deClan dan money changer yang lebih dulu diperiksa. Langkah ini memperluas rangkaian penyitaan setelah polisi membawa dua brankas dan uang puluhan miliar rupiah dari lokasi sebelumnya di Jakarta Selatan.

Sorotan

  • Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri menggeledah ruko di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, pada 9 Juli 2026 terkait korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.
  • Polisi menyita dua brankas berisi 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar U.S., dan Rp 259.159.000 di restoran deClan, total hampir Rp 60 miliar.
  • Di money changer penyidik menyita 16 mata uang asing senilai Rp 7,2 miliar dan 71 barang bukti, memperluas penelusuran aset terkait kasus korupsi tersebut.

Lokasi baru dalam rangkaian penggeledahan

Seperti diberitakan Kompas.com, anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menggeledah sebuah ruko di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026) malam. Ruko itu berada di area yang cukup tersembunyi di belakang deretan bangunan lain dan dari bagian depan tampak seperti lahan parkir.

Di lokasi tersebut terdapat deretan ruko Bagi Berkat, kedai kopi Tjolo, satu ruko tanpa penanda nama, serta satu ruko lainnya. Penyidik sudah memasuki ruko yang dari luar terlihat kosong, namun belum diketahui apakah lokasi itu berkaitan langsung dengan penggeledahan sebelumnya di restoran, money changer, maupun rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah.

Ruko yang digeledah itu berjarak sekitar satu kilometer dari restoran deClan di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan. Lokasi deClan dan money changer sebelumnya sudah diperiksa pada Rabu (8/7/2026).

Penyitaan uang dan implikasi penyidikan

Sebelumnya, polisi menyita dua brankas setelah menggeledah restoran deClan. Berdasarkan pantauan di lokasi, dua brankas berwarna putih itu diangkut menggunakan kendaraan taktis Brimob yang diparkir di depan restoran.

Dalam penggeledahan di restoran dan money changer, polisi juga menyita uang Rp 67 miliar dalam berbagai mata uang. Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto merinci temuan di brankas restoran berupa 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar U.S., dan Rp 259.159.000, yang setelah dikonversi nilainya hampir Rp 60 miliar.

Di money changer, polisi turut menyita 16 mata uang asing senilai Rp 7,2 miliar beserta 71 barang bukti lainnya. Penggeledahan ini terkait penyidikan dugaan korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel, sehingga pengembangan ke lokasi baru di Cipete Selatan menunjukkan fokus penyidik masih berada pada penelusuran aset dan barang bukti yang diduga terhubung dengan perkara tersebut.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penyidikan dugaan korupsi pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU, kami mengulas penggeledahan di banyak lokasi yang menandai meluasnya penelusuran aparat terhadap dugaan manipulasi dokumen kualitas/volume dan pembayaran kontrak. Artikel itu juga menyoroti penyitaan uang berbagai mata uang dan emas puluhan kilogram, serta indikasi kerugian negara yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 triliun dan dampaknya pada pasokan listrik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.