Bapanas perkuat cadangan pangan untuk hadapi musim kemarau

Bapanas perkuat cadangan pangan untuk hadapi musim kemarau
Cadangan pangan musim kemarau

Pemerintah menyiapkan cadangan pangan strategis di luar beras untuk menjaga pasokan masyarakat saat musim kemarau dan potensi dampak El Nino. Kesiapan itu mencakup stok pemerintah pusat, cadangan daerah, serta jagung pakan yang disalurkan bagi peternak unggas dengan harga lebih ekonomis.

Sorotan

  • Bapanas melaporkan stok cadangan beras pemerintah di Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli 2026.
  • Cadangan pangan pemerintah daerah tercatat 7,34 ribu ton di provinsi dan 13,15 ribu ton di kabupaten/kota hingga akhir Juni, tersebar di 323 daerah.
  • Cadangan jagung pakan sebesar 188 ribu ton per 8 Juli disalurkan melalui program SPHP untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga selama musim kemarau.

Stok strategis dan kesiapan pasokan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Kepala Badan Pangan Nasional, Bapanas, sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan cadangan pangan selain beras berada dalam kondisi siap untuk menghadapi musim kemarau. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026, ia mengatakan kesiapan itu telah dilakukan jauh hari dengan berkaca pada pengalaman menghadapi El Nino pada 2023.

Dalam laporan Bapanas, stok cadangan pangan pemerintah dalam bentuk beras di Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli. Sementara itu, cadangan pangan pemerintah daerah di tingkat provinsi tercatat 7,34 ribu ton hingga akhir Juni, sedangkan di tingkat kabupaten dan kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Dampak bagi stabilitas pangan dan peternakan

Selain beras, cadangan pangan dalam bentuk jagung pakan per 8 Juli masih tercatat 188 ribu ton. Komoditas ini disalurkan kepada peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, SPHP, dengan harga yang lebih ekonomis.

Penguatan stok pangan pokok strategis itu menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga selama periode kemarau. Dengan cadangan di tingkat pusat dan daerah, pemerintah berupaya memperluas jangkauan intervensi pangan ketika kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha peternakan meningkat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang peresmian Bendungan Meninting, kami membahas bagaimana proyek infrastruktur air ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan air dan pangan serta mendorong produktivitas pertanian. Kami juga menyoroti target peningkatan kapasitas irigasi, dukungan air baku dan energi, serta langkah pemerintah mengurangi ketergantungan impor menuju penguatan produksi dan potensi ekspor pangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.