OJK nilai kenaikan harga BBM berpotensi menekan kualitas pembiayaan multifinance

OJK nilai kenaikan harga BBM berpotensi menekan kualitas pembiayaan multifinance
BBM naik, multifinance tertekan

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang resmi berlaku pada Juni 2026 menambah tekanan biaya bagi rumah tangga dan berisiko memengaruhi kemampuan bayar debitur di sektor pembiayaan. Di saat yang sama, perubahan biaya operasional itu juga membuka peluang kenaikan permintaan pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance.

Sorotan

  • Kenaikan harga BBM berpotensi menekan kemampuan bayar debitur dan kualitas pembiayaan industri multifinance menurut OJK per 10 Juli 2026.
  • Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 23,94 triliun per Mei 2026, naik 32,48% yoy, didorong pergeseran preferensi konsumen.
  • Total piutang pembiayaan perusahaan multifinance tercatat Rp 513,19 triliun per Mei 2026, tumbuh 1,71% yoy meski menghadapi tekanan harga BBM.

Dampak kenaikan BBM pada pembiayaan dan kendaraan listrik

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan kenaikan harga BBM berpotensi memengaruhi kinerja pembiayaan di industri multifinance. Kepala Eksekutif Pengawas LPBBTI OJK Agusman mengatakan kondisi itu dapat menekan kemampuan bayar sebagian debitur dan pada akhirnya memengaruhi kualitas pembiayaan.

Dalam jawaban tertulis RDK OJK pada Jumat (10/7), Agusman juga menyebut kenaikan harga BBM dapat mendorong minat terhadap kendaraan listrik. Menurut dia, pergeseran preferensi konsumen itu menjadi salah satu faktor yang dapat menopang pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik di tengah tekanan pada pembiayaan konvensional.

Per Mei 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik roda dua dan roda empat oleh perusahaan multifinance tercatat mencapai Rp 23,94 triliun. Nilai itu naik 32,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pembiayaan mobil listrik roda empat mencapai Rp 20,06 triliun per Mei 2026, atau meningkat 29,16% secara tahunan. Porsinya setara 3,69% dari total pembiayaan multifinance, dengan pembiayaan masih didominasi kendaraan hybrid sebesar Rp 11,74 triliun.

Tantangan valuasi dan kondisi industri multifinance

Agusman mengatakan resale value, atau harga jual kembali, masih menjadi salah satu tantangan bagi sektor pembiayaan kendaraan listrik. Meski begitu, pertumbuhan pembiayaan di segmen ini masih dapat didorong melalui peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik.

Bagi industri multifinance secara keseluruhan, perkembangan pembiayaan kendaraan listrik memberi ruang diversifikasi di tengah risiko penurunan kualitas aset akibat kenaikan biaya energi. Keseimbangan antara menjaga kualitas pembiayaan dan menangkap pertumbuhan segmen baru menjadi faktor penting bagi pelaku usaha pembiayaan.

OJK mencatat total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 513,19 triliun per Mei 2026. Angka itu tumbuh 1,71% secara tahunan, menunjukkan industri masih bertumbuh meski menghadapi tekanan dari perubahan harga BBM dan tantangan pada profil risiko debitur.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang disiapkan OJK, kami membahas agenda penguatan tata kelola, transparansi, etika, dan kepatuhan sebagai fondasi kepercayaan investor serta ketahanan sektor jasa keuangan. Forum tahunan yang dijadwalkan pada 14 Juli 2026 itu juga menjadi ruang dialog antara regulator dan pelaku industri untuk menyelaraskan praktik governance, risk, and compliance dengan tantangan terbaru di sektor keuangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.