Kementerian Pertanian perkuat kerja sama pertanian Indonesia-Belarus lewat tindak lanjut pertemuan di Jakarta
Upaya memperdalam kemitraan pertanian Indonesia dan Belarus berlanjut setelah pertemuan lanjutan antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Dmitry Lukashenko di Jakarta pada 30 Juni 2026. Pertemuan kedua ini menandai dorongan untuk mempercepat realisasi peluang perdagangan, investasi, dan pertukaran teknologi yang sebelumnya mulai dibahas pada Desember 2025.
Sorotan
- Pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta menegaskan komitmen percepatan implementasi peluang kerja sama strategis sektor pertanian Indonesia-Belarus.
- Pertemuan kedua antara Andi Amran Sulaiman dan Dmitry Lukashenko memperkuat tindak lanjut pembahasan kerja sama dan perluasan akses pasar komoditas unggulan Indonesia.
- Kolaborasi Indonesia-Belarus diproyeksikan mempercepat peningkatan ekspor produk pertanian, investasi, pertukaran teknologi, serta manfaat ekonomi kedua negara.
Tindak lanjut kerja sama pertanian di Jakarta
Seperti diberitakan Kementerian Pertanian, sebagaimana disampaikan Kementerian Pertanian Indonesia, pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian berlangsung hangat dan menjadi kelanjutan komunikasi yang sudah terjalin antara kedua pihak. Dmitry Lukashenko datang didampingi Menteri Pertanian dan Pangan Belarus, Yuri Gorglov, dalam agenda yang menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi peluang kerja sama strategis di sektor pertanian.Kunjungan ini merupakan pertemuan kedua antara Andi Amran Sulaiman dan Dmitry Lukashenko. Sebelumnya, pada 1 Desember 2025, keduanya membahas berbagai peluang kolaborasi, dan pertemuan terbaru ini memperkuat tindak lanjut atas pembahasan tersebut.
Mentan Amran mengatakan hubungan yang baik antarpemimpin menjadi modal penting untuk mendorong kerja sama yang saling menguntungkan di sektor pertanian kedua negara. Ia juga menyatakan bahwa perluasan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia menjadi salah satu fokus yang terus didorong dalam hubungan dengan Belarus.
Dorongan ekspor dan manfaat bagi dua negara
Menurut Mentan Amran, Belarus memiliki potensi menjadi mitra strategis untuk meningkatkan ekspor produk pertanian Indonesia. Ia menilai Indonesia dan Belarus mempunyai kekuatan yang saling melengkapi, sehingga hubungan yang semakin erat dapat menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.Pertemuan tersebut juga mencerminkan bahwa kedekatan komunikasi dapat mempercepat terwujudnya kerja sama konkret. Dalam prospek yang lebih luas, Indonesia dan Belarus optimistis hubungan yang terus terjaga baik akan membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, pertukaran teknologi, serta pengembangan sektor pertanian yang memberi manfaat bagi masyarakat di kedua negara.
Kerja sama pangan Indonesia–Singapura yang menguat dibahas dalam laporan kami sebelumnya, menyusul pertemuan bilateral menteri pertanian di Jakarta pada 29 Juni 2026. Artikel itu menyoroti lonjakan produktivitas beras Indonesia berkat transformasi sektor dan riset, sekaligus membuka peluang ekspor beras (minimal 10 ribu ton), ayam, telur, serta minyak sawit ke Singapura. Kedua pihak juga menekankan tindak lanjut teknis melalui komunikasi, riset bersama, dan pertukaran teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan.
- Forex
- Crypto