Indonesia pertahankan peringkat BBB dari S&P, outlook stabil dukung kepercayaan investor
Penegasan ulang peringkat utang Indonesia oleh S&P Global Ratings memperkuat pandangan bahwa daya tahan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Outlook stabil itu juga menegaskan posisi Indonesia dalam kategori investment grade, saat pemerintah menyoroti pertumbuhan di kisaran 5% dan disiplin fiskal yang tetap terjaga.
Sorotan
- Indonesia mempertahankan Sovereign Credit Rating BBB jangka panjang dan A-2 jangka pendek dari S&P dengan outlook stabil, menurut rilis 2024.
- S&P menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan sekitar 5% per tahun dalam dua-tiga tahun ke depan, dengan proyeksi riil 5,1% pada 2026.
- Investment grade ini menegaskan fondasi ekonomi domestik kuat di tengah tekanan geopolitik global, volatilitas harga komoditas, dan pengetatan kondisi keuangan.
Afirmasi peringkat dan dasar penilaian
Seperti disampaikan oleh Okezone mengutip publikasi Research Update S&P Global Ratings berjudul "Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable" yang dirilis hari ini, lembaga pemeringkat itu kembali mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook stabil.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan afirmasi tersebut mencerminkan fundamental ekonomi yang tetap solid dan menjadi bentuk kepercayaan komunitas internasional terhadap arah kebijakan pemerintah. Ia menyatakan Indonesia mampu menjaga pertumbuhan di kisaran 5%, mempertahankan disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3% PDB, serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam.
Menurut S&P, peringkat Indonesia ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang prudent, serta beban utang eksternal neto dan utang pemerintah yang relatif ringan dibandingkan negara pembanding.
Implikasi bagi pasar dan prospek ekonomi
Afirmasi itu menegaskan bahwa Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade di tengah tekanan geopolitik global, volatilitas harga komoditas, dan pengetatan kondisi keuangan dunia. Bagi investor, penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi domestik masih dinilai kuat oleh lembaga pemeringkat internasional.S&P juga memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5% per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Proyeksi itu mencakup pertumbuhan riil 5,1% pada 2026 dan rata-rata 4,9% pada periode 2026 hingga 2029.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang afirmasi peringkat kredit Indonesia oleh S&P di level BBB dengan outlook stabil, kami membahas alasan utama di balik penilaian tersebut, termasuk stabilitas makroekonomi, kebijakan yang prudent, dan profil utang pemerintah yang relatif rendah. Kami juga menyoroti bahwa status investment grade ini membantu menjaga kepercayaan investor dan memperkuat akses pembiayaan pemerintah di tengah ketidakpastian global.
Berita S&P Ratings Terbaru
- Forex
- Crypto