ACC perkuat strategi pengendalian NPF di tengah pemburukan industri multifinance
Di tengah kenaikan rasio pembiayaan bermasalah di industri multifinance, PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) menerapkan serangkaian langkah untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaannya. Per Juni 2026, NPF ACC berada di bawah 1%, lebih rendah dari batas OJK sebesar 5% dan di bawah rata-rata industri yang mencapai 3,06% per Mei 2026.
Sorotan
- ACC memperkuat kualitas pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian, pemantauan portofolio berkala, dan manajemen risiko sesuai ketentuan berlaku.
- Pemburukan NPF industri multifinance dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi dinamika ekonomi, industri, portofolio pembiayaan, dan profil risiko pelanggan.
- Selektivitas penyaluran pembiayaan menekan NPF ACC tetap di bawah rata-rata industri, menandakan efektivitas pengendalian risiko di tengah tekanan sektor.
Strategi ACC menjaga kualitas pembiayaan
Seperti dilaporkan KONTAN, EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan perusahaan terus memperkuat kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pemantauan portofolio secara berkala. ACC juga menerapkan manajemen risiko dan praktik tata kelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.ACC terus mencermati berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi kualitas pembiayaan ke depan. Faktor yang dipantau mencakup kondisi perekonomian secara umum, perkembangan daya beli masyarakat, dinamika pasar tenaga kerja, pergerakan suku bunga, serta perkembangan di industri pembiayaan.
Dampak tren industri bagi multifinance
Riadi menyampaikan pemburukan NPF industri multifinance dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk dinamika perekonomian, perkembangan industri, karakteristik portofolio pembiayaan, dan profil risiko pelanggan. Menurut dia, faktor-faktor tersebut turut membentuk kualitas pembiayaan pada masing-masing pelaku usaha.Dalam kondisi itu, selektivitas dalam penyaluran pembiayaan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan perusahaan multifinance untuk menjaga kualitas portofolio. Posisi NPF ACC yang masih di bawah rata-rata industri menunjukkan pengendalian risiko tetap menjadi fokus utama perseroan di tengah tekanan sektor pembiayaan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan NPF di industri multifinance per Mei 2026, kami mencatat OJK menemukan 42 perusahaan pembiayaan dengan rasio NPF gross di atas 5% dan mendorong penguatan manajemen risiko serta penagihan. Kami juga menyoroti NPF gross industri naik ke 3,06% saat total pembiayaan masih tumbuh 1,71% menjadi Rp 513,19 triliun, sehingga pertumbuhan industri tetap dibayangi tekanan kualitas aset.
Berita AC Capital Market Terbaru
- Forex
- Crypto