Apa yang mendorong Euro vs Dolar naik hari ini?

Apa yang mendorong Euro vs Dolar naik hari ini?
Euro vs dolar naik 0,57% hari ini

Euro vs Dolar AS (EUR/USD) bergerak naik saat para trader bersiap menjelang rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juni, yang kini menjadi fokus utama ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Rebound ini tampak terbatas, dengan pasangan ini tetap berada di bawah rata-rata pergerakan 50-hari dan 200-hari karena tekanan jual masih mendominasi tren secara keseluruhan.

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

EUR/USD prediksi harga
24H 0.07%
1.1451
48H 0.1%
1.1454
7D 0.57%
1.1508
1M -1.12%
1.1315
3M 0.29%
1.1476
6M -0.6%
1.1374
12M -0.4%
1.1397
Harga saat ini: $ 1.1443 0.006210 0.55%
Data Waktu Nyata 11:33
Rentang harian 1.1385 Arrow from to Icon 1.1462
Rentang mingguan 1.1378 Arrow from to Icon 1.1449
Loading...

Sorotan

  • EUR/USD rebound dari 1,1354 saat trader menanti rilis CPI AS bulan Juni untuk petunjuk arah kebijakan The Fed.
  • Bank Sentral Eropa menetapkan suku bunga acuan di 1,1424, memperkuat posisi hati-hati menjelang data inflasi.
  • Sinyal teknikal tetap bearish meski ada rebound jangka pendek, dengan proyeksi rentang 5 hari di $1,1389–$1,1511 dan probabilitas penurunan yang tinggi.

Posisi euro yang hati-hati saat data inflasi mengarahkan prospek The Fed

Euro vs Dolar menguat setelah rebound dari level terendah baru di 1,1354 pada 24 Juni, seiring aktivitas pasar berfokus pada rilis CPI AS bulan Juni yang dijadwalkan pada 14 Juli 2026. Suku bunga acuan Bank Sentral Eropa ditetapkan di 1,1424 pada 13 Juli. Posisi hati-hati di kalangan trader mencerminkan antisipasi terhadap potensi perubahan kebijakan Federal Reserve akibat data inflasi ini.

Anton Kharitonov, pakar di Traders Union, melihat EUR/USD masih kesulitan menembus resistance teknikal utama. Ia menyoroti tekanan jual yang terus terjadi di atas rata-rata pergerakan 50-hari dan 200-hari serta sentimen hati-hati di kalangan trader menjelang data inflasi AS. Kharitonov mengamati bahwa sinyal momentum bearish lebih dominan dibanding rebound jangka pendek, menandakan pembeli kurang meyakinkan. Ia juga mencatat adanya divergensi antara harga dan momentum teknikal sebagai peringatan potensi penurunan lebih lanjut. "Meski rebound, saya melihat EUR/USD berisiko kembali tertekan, terutama jika data makroekonomi mengecewakan harapan pasar," ujar Kharitonov.

Viktoras Karapetjanc, pakar di Traders Union, melihat peluang nyata saat EUR/USD kembali menguat di atas rata-rata pergerakan 20-hari. Ia menyoroti sentimen konstruktif dan faktor makro, dengan pasar fokus pada potensi perubahan kebijakan Federal Reserve pasca rilis CPI. Karapetjanc menekankan bahwa posisi konstruktif membuka peluang kenaikan lebih lanjut jika bull mampu menembus resistance. "Selama EUR/USD bertahan di support jangka pendek, struktur bullish tetap terjaga dan potensi kenaikan ke $1,1511 masih terbuka," kata Karapetjanc.

Jainam Mehta, analis pasar, mengambil pendekatan taktis pada EUR/USD. Ia mencatat bahwa divergensi antara kekuatan harga dan lemahnya momentum menciptakan peluang untuk trading yang gesit. Mehta melihat rentang sideways yang lebar sebagai ruang untuk strategi breakout maupun mean reversion. "Jika EUR/USD berhasil menembus $1,1449 secara tegas, saya akan mencari peluang momentum cepat — namun jika gagal di level ini, bear bisa kembali menguasai pasar," simpul Mehta.

Tekanan beli jangka pendek di tengah resistensi jangka menengah yang bertahan

EUR/USD diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 20-hari di $1,1411 namun masih di bawah rata-rata pergerakan 50-hari ($1,1519) dan 200-hari ($1.166). Ini menandakan adanya tekanan beli jangka pendek, namun tren menengah dan panjang masih menunjukkan resistensi dari penjual, dengan kecenderungan bearish antara rata-rata 50-hari dan 200-hari. Level terdekat yang perlu diperhatikan adalah resistance di level tertinggi minggu ini $1,1449 dan support di rata-rata pergerakan 20-hari, $1,1411. Indikator momentum menunjukkan hasil campuran. Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Average Directional Index (ADX) sama-sama mengindikasikan tekanan jual yang berlanjut, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di 36,76, menandakan kondisi oversold ringan. Stochastic RSI dan Commodity Channel Index (CCI) netral, namun Bull/Bear Power (BBP) di 0,0028 menandakan dominasi pembeli secara intraday. Pergerakan harian menunjukkan EUR/USD naik $0,00651 (0,57%) setelah dibuka dengan gap naik sekitar 0,11%, diperdagangkan mendekati level tertinggi sesi. Volatilitas intraday tercatat 0,68%. Nada tetap kuat menuju level tertinggi, namun indikator momentum masih condong ke arah jual, menunjukkan divergensi dengan kekuatan harga.

Sebelumnya, analis mencatat bahwa EUR/USD kemungkinan akan tetap bergerak sideways karena risiko geopolitik dan fundamental yang beragam menopang arus safe haven ke Dolar AS. Posisi dan sinyal teknikal terbaru kini memperkuat bias hati-hati dan sideways, namun trader harus waspada terhadap potensi lonjakan volatilitas saat rilis CPI AS bulan Juni yang bisa memicu breakout tegas dari fase konsolidasi saat ini.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.