Industri galangan kapal Indonesia hadapi alarm setelah PT Dok dan Perkapalan Surabaya pailit
Tekanan terhadap industri galangan kapal nasional kembali menjadi sorotan setelah PT Dok dan Perkapalan Surabaya, galangan kapal BUMN yang telah beroperasi lebih dari satu abad, dinyatakan pailit. Peristiwa ini mendorong pelaku industri meminta pemerintah memperkuat kebijakan agar sektor strategis tersebut tetap mampu menopang logistik nasional dan kemandirian maritim.
Sorotan
- PT Dok dan Perkapalan Surabaya pailit memicu INSA dan Iperindo mendesak pemerintah segera memperkuat kebijakan untuk menyehatkan industri galangan kapal nasional.
- INSA menilai penguatan kebijakan diperlukan agar galangan kapal Indonesia mampu bersaing dengan Tiongkok dan Korea Selatan, mengingat karakter sektor ini padat modal dan berisiko investasi jangka panjang.
- Penguatan ekosistem maritim terintegrasi, dukungan bahan baku domestik, dan kemudahan akses pembiayaan dinilai kunci untuk mengurangi impor serta meningkatkan daya saing industri galangan kapal.
Desakan kebijakan untuk memperkuat galangan nasional
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Indonesian National Shipowners' Association, INSA, dan Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia, Iperindo, mendesak pemerintah segera memperkuat kebijakan yang berpihak pada industri galangan kapal nasional menyusul kepailitan PT Dok dan Perkapalan Surabaya. Kedua organisasi menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk membangun industri galangan yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan penguatan industri galangan kapal merupakan salah satu syarat utama agar Indonesia mampu menjadi negara maritim yang berdaulat. Menurut dia, dinamika yang dialami PT Dok dan Perkapalan Surabaya perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kebijakan nasional di sektor tersebut.
Carmelita menyatakan pengembangan industri galangan membutuhkan dukungan kebijakan yang berkesinambungan agar mampu bersaing dengan negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan yang memberikan keberpihakan kuat terhadap sektor ini. Ia menambahkan industri galangan kapal memiliki karakter padat modal, padat karya, dan membutuhkan investasi jangka panjang dengan masa pengembalian modal yang relatif lama.
Dampak bagi logistik dan ekosistem maritim
Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai membutuhkan industri galangan kapal yang kuat untuk menopang sistem logistik nasional sekaligus mewujudkan kemandirian maritim. Sektor ini juga harus memenuhi berbagai standar keselamatan dan klasifikasi internasional, sehingga memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten.Menurut Carmelita, Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen untuk membangun industri galangan nasional, namun komitmen itu perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret. Ia menyoroti pentingnya dukungan mulai dari penyediaan bahan baku hingga akses pembiayaan yang lebih kompetitif.
INSA juga menekankan perlunya membangun ekosistem maritim yang terintegrasi melalui sinergi antara industri pelayaran, galangan kapal, industri pendukung, lembaga pembiayaan, dan pemerintah. Penguatan industri bahan baku serta komponen kapal di dalam negeri dinilai dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan daya saing galangan nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang antrean kontainer di Marunda, kami mengulas bagaimana lonjakan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok menekan kapasitas layanan kontainer kosong di Depo PT Global Terminal Marunda dan memicu antrean kendaraan logistik. Sejumlah pemangku kepentingan kemudian menyepakati pemanfaatan area operasional PT Karya Citra Nusantara (KCN) sebagai lokasi tambahan sementara pembongkaran kontainer untuk mempercepat layanan dan mengurai kemacetan. Langkah ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas pihak dan peran fasilitas penyangga demi menjaga kelancaran arus barang.
- Forex
- Crypto