CNAF bukukan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan Rp1,06 triliun hingga Juni 2026

CNAF bukukan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan Rp1,06 triliun hingga Juni 2026
CNAF genjot kendaraan hijau

Permintaan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan terus menguat di tengah perubahan preferensi konsumen terhadap efisiensi biaya transportasi. Hingga Juni 2026, PT CIMB Niaga Auto Finance menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp1,06 triliun, mencerminkan percepatan adopsi kendaraan listrik dan hybrid di pasar domestik.

Sorotan

  • CNAF menyalurkan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan Rp1,06 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 80% dari Juni 2025 yang sebesar Rp591 miliar.
  • Kenaikan harga BBM mendorong pergeseran preferensi masyarakat ke kendaraan listrik, memperkuat tren positif ekosistem kendaraan ramah lingkungan nasional.
  • Pembiayaan mobil listrik oleh industri multifinance mencapai Rp20,06 triliun per Mei 2026 (naik 29,16% yoy), didominasi kendaraan hybrid Rp11,74 triliun, sementara CNAF memperkuat kemitraan dan skema kompetitif.

Pertumbuhan pembiayaan dan pendorong permintaan

KONTAN melaporkan, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat penyaluran pembiayaan baru kendaraan ramah lingkungan sebesar Rp1,06 triliun hingga Juni 2026. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan nilai itu tumbuh 80% secara tahunan dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp591 miliar.

Menurut Ristiawan, kenaikan harga bahan bakar minyak menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan preferensi masyarakat dalam memilih kendaraan, termasuk meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik. Ia menilai konsumen kini semakin mempertimbangkan efisiensi biaya operasional serta manfaat ekonomi jangka panjang dari kendaraan listrik.

Pandangan tersebut sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan yang menyebut kenaikan harga BBM berpotensi menggeser preferensi konsumen ke kendaraan listrik. Tren ini, menurut CNAF, menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dampak bagi industri multifinance dan strategi CNAF

Data terakhir OJK menunjukkan pembiayaan mobil listrik roda empat oleh industri multifinance mencapai Rp20,06 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 29,16% secara tahunan. Nilai itu setara dengan 3,69% dari total pembiayaan multifinance dan masih didominasi pembiayaan kendaraan hybrid sebesar Rp11,74 triliun.

Untuk menangkap peluang tersebut, CNAF memperkuat kemitraan dengan dealer dan agen pemegang merek guna menjaga ketersediaan pasokan kendaraan. Perusahaan juga terus menawarkan skema pembiayaan yang kompetitif dengan proses yang cepat dan mudah, sebagai upaya menambah nilai bagi nasabah sekaligus memperluas pangsa pembiayaan kendaraan ramah lingkungan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kolaborasi empat BUMN untuk mempercepat hilirisasi mineral kritis, kami membahas penandatanganan nota kesepahaman MIND ID, LEN Industri, Krakatau Steel, dan Perminas untuk mengoptimalkan pasokan bahan baku serta pengembangan teknologi material maju. Kerja sama ini ditujukan memperkuat rantai pasok industri strategis, termasuk kendaraan listrik, agar nilai tambah mineral lebih banyak tercipta di dalam negeri dan daya saing nasional meningkat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.