Ashutosh Sureka

Pertamina jaga distribusi BBM Sumut dengan dukungan pengemudi sementara dari TNI

Pertamina jaga distribusi BBM Sumut dengan dukungan pengemudi sementara dari TNI
Pertamina gandeng TNI amankan BBM

Gangguan distribusi BBM di Sumatera Utara mendorong pelibatan personel TNI sebagai pengemudi sementara truk tangki Pertamina agar pasokan ke SPBU tetap berjalan. Langkah ini muncul saat antrean terlihat di Medan dan sekitarnya, sementara pemerintah menegaskan persoalan berasal dari pengemudi yang diberhentikan massal, bukan dari kelangkaan stok BBM.

Sorotan

  • Pemerintah melibatkan personel TNI dan Polri sebagai pengemudi sementara truk tangki Pertamina untuk menjaga distribusi BBM di Sumatera Utara tetap lancar.
  • Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Medan terjadi akibat gangguan distribusi menyusul pemberhentian massal pengemudi, bukan karena kelangkaan stok.
  • Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pertamina, TNI, dan Polri difokuskan pada penyediaan tenaga pengemudi sementara hingga perekrutan baru rampung.

Koordinasi darurat untuk distribusi BBM

Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan kehadiran prajurit TNI sebagai sopir truk tangki BBM milik Pertamina ditujukan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar tanpa gangguan. Ia mengatakan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2026), bahwa fokus pemerintah adalah menjaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Prasetyo menegaskan persoalan utamanya bukan pada keterlibatan TNI, melainkan pada upaya menjamin rantai distribusi energi tidak terganggu sedikit pun. Penjelasan itu diberikan ketika pemerintah merespons gangguan pengiriman BBM ke sejumlah SPBU.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU di Medan bukan disebabkan kelangkaan stok. Menurut dia, distribusi dari terminal menuju SPBU terganggu setelah terjadi pemberhentian massal terhadap pengemudi mobil tangki, sehingga sebagian armada tidak dapat beroperasi maksimal.

Dampak operasional di Medan dan Sumatera Utara

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri untuk menyiapkan pengemudi sementara sampai proses perekrutan pengemudi baru selesai. Bobby mengatakan personel TNI dan Polri direncanakan membantu mengemudikan mobil tangki sekaligus mengawal distribusi BBM dari terminal hingga SPBU.

Ia juga menyatakan persoalan distribusi berkaitan dengan masalah internal antara Pertamina dan para pengemudi mobil tangki. Di saat yang sama, stok BBM di Sumatera Utara disebut tetap aman dan mencukupi, sehingga tekanan utama berada pada sisi logistik dan operasional pengangkutan.

Gangguan pengiriman itu memicu antrean kendaraan di berbagai SPBU, terutama di Kota Medan dan wilayah sekitarnya. Menurut Bobby, personel TNI dan Polri disiapkan mulai malam itu untuk menggantikan sementara pengemudi yang perekrutannya belum selesai, sekaligus memperkuat pengamanan pasokan energi di wilayah tersebut.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina per 1 Juli 2026 menjadi sorotan dalam liputan kami sebelumnya, ketika Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite dipangkas, sementara Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Green tetap. Kami juga menekankan bahwa perubahan harga tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika minyak dunia dan daya beli, sehingga konteks biaya energi dan ketersediaan layanan menjadi perhatian publik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.