Kopdes Merah Putih catat transaksi Rp56,85 miliar, pupuk dominasi penjualan

Kopdes Merah Putih catat transaksi Rp56,85 miliar, pupuk dominasi penjualan
Transaksi Kopdes Tembus Rp56M

Sepanjang 2026, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membukukan nilai transaksi Rp56,85 miliar dari 54.473 transaksi. Komposisi penjualan menunjukkan permintaan terbesar datang dari pupuk, disusul kebutuhan pokok dan barang subsidi di jaringan koperasi tersebut.

Sorotan

  • Kopdes Merah Putih membukukan total transaksi Rp56,86 miliar melalui 54.473 transaksi sepanjang 2026 menurut data Simkopdes.
  • Pupuk NPK Phonska menjadi produk terlaris dengan nilai transaksi Rp15,09 miliar dari volume 8,17 juta, disusul Pupuk Urea N 46 persen Rp11,27 miliar dan kategori barang lainnya Rp7,97 miliar.
  • Selain pupuk, kebutuhan pokok seperti minyak goreng Bimoli Rp3,62 miliar dan beras medium SPHP Rp2,51 miliar juga menopang transaksi koperasi.

Rincian transaksi dan produk terlaris

Menurut Okezone, mengutip data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, atau Simkopdes, yang diakses di Jakarta pada Minggu pukul 10.30 WIB, total nilai transaksi KDKMP mencapai Rp56.855.883.577 sepanjang 2026 dengan volume 54.473 transaksi.

Produk dengan nilai transaksi terbesar adalah Pupuk NPK Phonska yang mencapai Rp15,09 miliar dari volume transaksi 8,17 juta. Posisi berikutnya ditempati Pupuk Urea N 46 persen senilai Rp11,27 miliar dari volume transaksi 6,20 juta, sementara kategori barang lainnya berada di peringkat ketiga dengan nilai transaksi Rp7,97 miliar dari volume 530,9 ribu.

Dorongan permintaan kebutuhan pokok

Di luar pupuk, transaksi Kopdes Merah Putih juga ditopang berbagai kebutuhan pokok dan barang subsidi. Minyak goreng Bimoli 2 liter mencatat transaksi Rp3,62 miliar, sedangkan beras medium SPHP kemasan 5 kilogram mencapai Rp2,51 miliar.

Produk lain yang masuk daftar penjualan terbesar meliputi beras senilai Rp1,14 miliar, minyak goreng Sunco 2 liter Rp517 juta, gas LPG 3 kilogram Rp489 juta, gula kemasan 1 kilogram Rp284,78 juta, serta rokok Filter Surya Merah Rp273,3 juta. Susunan produk tersebut menunjukkan jaringan koperasi ini banyak menyerap belanja sektor pertanian sekaligus konsumsi rumah tangga.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang program pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kami mengulas target pemerintah menjadikan koperasi desa sebagai instrumen ekonomi yang memperluas akses pembiayaan murah hingga dukungan modal per unit. Ulasan itu juga menyoroti tujuan mengurangi ketergantungan warga dan petani pada pinjaman informal berbunga tinggi, sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan perputaran ekonomi lokal melalui tata kelola kelembagaan desa.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.