Harga pangan nasional melemah, bawang merah turun ke Rp30.000 per kg
Pergerakan harga pangan nasional pada awal pekan ini menunjukkan penurunan di sejumlah komoditas pokok, dari bawang, beras, cabai hingga daging. Koreksi harga ini juga mencakup gula, minyak goreng, dan telur ayam ras segar, mencerminkan pelemahan yang cukup luas di pasar kebutuhan harian.
Sorotan
- Bawang merah turun 33,33 persen dan bawang putih turun 32,2 persen, keduanya kini Rp30.000 per kilogram menurut data Bank Indonesia.
- Harga beras lintas kualitas turun 1,69–8,98 persen, serta cabai merah besar dan cabai rawit hijau masing-masing anjlok 44,95 persen dan 42,03 persen.
- Harga daging ayam ras segar turun 7,65 persen ke Rp35.000 per kilogram, gula pasir premium turun 6,4 persen, dan minyak goreng curah turun 2,44 persen.
Pergerakan komoditas dan data awal pekan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia menunjukkan bawang merah turun 33,33 persen menjadi Rp30.000 per kilogram, sementara bawang putih turun 32,2 persen menjadi Rp30.000 per kilogram.Pada kelompok beras, beras kualitas bawah I turun 1,69 persen menjadi Rp14.500 per kilogram dan beras kualitas bawah II turun 5,84 persen menjadi Rp13.700 per kilogram. Beras kualitas medium I turun 3,66 persen menjadi Rp15.800 per kilogram, sedangkan medium II turun 8,98 persen menjadi Rp14.700 per kilogram. Beras kualitas super I turun 6,52 persen menjadi Rp16.500 per kilogram dan super II turun 6,71 persen menjadi Rp16.000 per kilogram.
Di kelompok cabai, cabai merah besar turun 44,95 persen menjadi Rp27.000 per kilogram. Cabai merah keriting turun 3,02 persen menjadi Rp46.500 per kilogram, cabai rawit hijau turun 42,03 persen menjadi Rp30.000 per kilogram, dan cabai rawit merah turun 23,99 persen menjadi Rp45.000 per kilogram.
Dampak terhadap belanja rumah tangga dan pasar pangan
Penurunan juga terlihat pada sumber protein dan kebutuhan pokok lainnya. Harga daging ayam ras segar turun 7,65 persen menjadi Rp35.000 per kilogram, daging sapi kualitas I turun 13,65 persen menjadi Rp130.000 per kilogram, dan daging sapi kualitas II turun 15,43 persen menjadi Rp120.000 per kilogram.Untuk komoditas konsumsi harian lain, gula pasir kualitas premium turun 6,4 persen menjadi Rp19.000 per kilogram dan gula pasir lokal turun 10,99 persen menjadi Rp17.000 per kilogram. Minyak goreng curah turun 2,44 persen menjadi Rp20.000 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I turun 9,28 persen menjadi Rp22.000 per liter, minyak goreng kemasan bermerek II turun 12,39 persen menjadi Rp20.500 per liter, sementara telur ayam ras segar turun 6,74 persen menjadi Rp27.000 per kilogram.
Secara industri, pelemahan harga yang terjadi serentak di banyak komoditas menunjukkan tekanan harga pangan yang lebih ringan pada awal pekan ini. Bagi rumah tangga, kondisi ini berpotensi menahan beban belanja kebutuhan pokok, sementara bagi pelaku perdagangan pangan, perubahan harga tersebut menjadi acuan penting untuk menyesuaikan pasokan dan strategi penjualan.
Percepatan target swasembada gula menjadi dua tahun menjadi sorotan dalam liputan kami sebelumnya, setelah pemerintah memangkas target awal empat tahun lewat program peremajaan tebu 100 ribu hektare per tahun mulai 2026. Kami juga menyoroti langkah modernisasi budidaya dan penguatan kemitraan untuk menaikkan produksi, menekan impor, serta dampaknya terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani tebu. Konteks ini relevan ketika pergerakan harga komoditas—termasuk gula—menjadi acuan bagi rumah tangga dan pelaku pasar dalam membaca arah pasokan dan tekanan harga.
Berita Commodities Terbaru
- Forex
- Crypto