Pemerintah Indonesia mempercepat target swasembada gula menjadi dua tahun sebagai bagian dari dorongan lebih luas untuk memperkuat kemandirian pangan nasional. Percepatan ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Malang setelah target awal empat tahun dipangkas menyusul komitmen Kementerian Pertanian atas program peremajaan tebu nasional.
Sorotan
- Presiden Prabowo mempercepat target swasembada gula dari empat tahun menjadi dua tahun, dengan peremajaan tebu 100 ribu hektare per tahun mulai 17 Juli 2026.
- Kementerian Pertanian siap mempercepat modernisasi budidaya, produktivitas, dan kemitraan sektor gula untuk menekan impor dan meningkatkan produksi nasional.
- Percepatan program tebu diperkirakan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah rantai produksi, dan memperbaiki kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Percepatan target dan rencana pelaksanaan
Menurut Kementerian Pertanian, Presiden Prabowo menyatakan percepatan swasembada gula saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Dalam agenda itu, Presiden menjelaskan bahwa program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun semula diproyeksikan mencapai swasembada gula dalam empat tahun, sebelum kemudian target itu dipercepat menjadi dua tahun setelah pembahasan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.Presiden menyampaikan apresiasi atas komitmen tersebut di hadapan peserta acara dan menegaskan bahwa percepatan target perlu diiringi keberlanjutan kerja tim pemerintah. Ia juga menyampaikan pesan langsung kepada Menteri Pertanian agar menjaga kondisi kesehatan di tengah tekanan pelaksanaan program yang semakin ketat.
Menanggapi arahan itu, Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mempercepat program peremajaan tebu nasional melalui modernisasi budidaya, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula. Menurutnya, langkah tersebut ditujukan untuk menaikkan produksi gula nasional sekaligus menekan ketergantungan impor.
Dampak bagi ketahanan pangan dan petani
Percepatan swasembada gula menjadi bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk memperkuat kemandirian nasional di sektor pangan, energi, dan air. Presiden menyatakan target swasembada pangan sudah tercapai, sementara swasembada energi sedang dituju dan swasembada air sedang dirintis agar akses air bersih dan air untuk pertanian makin luas.Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan petani dalam menjalankan program strategis nasional. Ia menilai kerja lintas lembaga yang intensif diperlukan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemampuan Indonesia untuk bertumpu pada kekuatan domestik.
Bagi sektor gula, percepatan program peremajaan tebu berpotensi meningkatkan nilai tambah di rantai produksi sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani tebu di berbagai daerah. Kementerian Pertanian menyatakan akan terus mengawal implementasi program itu bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target dua tahun dapat diwujudkan.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang pendampingan TNI AU pada budidaya tebu untuk panen 2026, kami mengulas proyeksi kontribusi sekitar 45,05% terhadap target produksi gula nasional melalui pengelolaan ratusan ribu hektare lahan. Artikel itu juga menyoroti pembagian peran TNI dalam program ketahanan pangan—TNI AD untuk padi, TNI AL untuk kedelai, dan TNI AU untuk tebu—serta dorongan hilirisasi tebu seperti gula, bioetanol, dan pupuk organik untuk menambah nilai ekonomi.
Berita Sugar Terbaru
- Forex
- Crypto