Ashutosh Sureka

Indonesia pertahankan outlook stabil di tengah sorotan lembaga pemeringkat global

Indonesia pertahankan outlook stabil di tengah sorotan lembaga pemeringkat global
Outlook stabil Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak perlu memimpin kebijakan ekonomi dengan rasa takut terhadap pasar dan lembaga pemeringkat investasi global. Ia menegaskan outlook Indonesia tetap stabil dan status investment grade tidak berubah di tengah dorongan pemerintah pada kebijakan strategis seperti B50 dan pembentukan PT DSI.

Sorotan

  • Prabowo menegaskan Indonesia mempertahankan outlook stabil dan peringkat investment grade meski mendapat tekanan dari lembaga pemeringkat global pada 20 Juli 2026.
  • Standard and Poor's mendukung pembentukan PT DSI sebagai BUMN ekspor tunggal, menilai langkah tersebut strategis untuk penguatan ekonomi nasional.
  • MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market per 24 Juni 2026, menjaga daya tarik arus investasi dan persepsi pasar internasional.

Pernyataan pemerintah soal rating dan kebijakan strategis

Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo menyampaikan dalam taklimat sidang paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026) bahwa para pemimpin Indonesia selama ini kerap dihadapkan pada kekhawatiran soal reaksi pasar, termasuk ancaman penilaian buruk dari lembaga pemeringkat global.

Ia mengatakan Indonesia sudah menghasilkan B50, yaitu solar dengan komposisi 50 persen dari minyak sawit, namun kebijakan energi tersebut dinilainya mendapat perlawanan. Menurut Prabowo, ada pihak yang menilai pabrik mesin tidak akan mendukung langkah itu, tetapi ia menolak tekanan semacam itu dan menyatakan pemerintah percaya pada kekuatan ekonomi nasional.

Prabowo juga menyebut ancaman penurunan penilaian dari lembaga pemeringkat kerap digunakan untuk menakut-nakuti Indonesia agar investor enggan masuk. Namun, ia mengatakan Standard and Poor's, atau S&P, justru telah menyatakan pembentukan PT DSI, Danantara Sumberdaya Indonesia, sebagai langkah yang tepat bagi Indonesia.

Dampak bagi persepsi investasi dan pasar Indonesia

PT DSI yang disebut Prabowo merupakan BUMN baru yang dibentuk untuk menjadi pintu tunggal ekspor Indonesia. Ia menegaskan proyeksi ekonomi Indonesia di mata internasional tidak memburuk akibat kebijakan pemerintah, dengan outlook yang tetap stabil serta peringkat yang masih berada pada level investment grade.

Dalam pernyataannya, Prabowo juga mengajak para menteri dan pimpinan lembaga negara untuk lebih percaya pada kemampuan domestik. Pesan itu datang ketika perhatian pasar turut tertuju pada posisi Indonesia dalam indeks global, setelah Morgan Stanley Capital International, MSCI, mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market dalam pengumuman pada 24 Juni 2026.

Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga keyakinan investor sambil melanjutkan agenda industrialisasi dan hilirisasi berbasis sumber daya dalam negeri. Bagi pasar, penegasan soal outlook stabil dan status investment grade menjadi faktor penting dalam membaca kesinambungan arus investasi ke Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang konsolidasi aset negara melalui Danantara, kami mengulas upaya pemerintah merapikan struktur BUMN yang semula tersebar hingga 1.077 entitas lewat penutupan, merger, dan konsolidasi. Prabowo menyebut Danantara telah memangkas 250 anak usaha dalam 18 bulan hingga akhir Juli 2026, dengan potensi efisiensi pengelolaan aset negara dan penguatan peran Danantara sebagai instrumen strategis jangka panjang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.