Kenaikan BBM mendorong konsumen Jakarta pangkas biaya transportasi besar
Tekanan harga bahan bakar minyak mulai menggeser pola belanja sebagian pekerja di Jakarta yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas harian. Pengeluaran besar seperti penggunaan mobil dan perjalanan yang tidak mendesak mulai ditekan, sementara belanja kecil seperti ngopi, olahraga, dan makan tetap dipertahankan.
Sorotan
- Kenaikan harga Pertamax Turbo dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter mengakibatkan biaya isi penuh Mitsubishi Xpander naik dari sekitar Rp800.000 ke Rp1,1 juta.
- Konsumen urban Jakarta mulai memangkas penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke sepeda motor untuk efisiensi, dengan biaya perjalanan dua hari sekitar Rp70.000.
- Pengeluaran konsumsi kecil seperti kopi, rokok, dan aktivitas gaya hidup tetap bertahan meski tekanan biaya energi naik, menopang sektor ritel makanan minuman dan leisure terjangkau.
Perubahan prioritas belanja pekerja perkotaan
Seperti dilaporkan Kompas.com, kenaikan harga BBM memicu penyesuaian anggaran rumah tangga dengan mengurangi pos berbiaya besar tanpa sepenuhnya menghapus pengeluaran kecil yang memberi kenyamanan. Pola ini sejalan dengan konsep lipstick effect, ketika konsumen tetap mempertahankan kesenangan yang relatif terjangkau di tengah tekanan ekonomi.Dalam konteks ini, bentuk pengeluaran kecil tidak terbatas pada kosmetik, tetapi juga mencakup secangkir kopi, makan di tempat favorit, olahraga seperti padel, atau pembelian pakaian. Sementara itu, pengeluaran yang lebih besar, terutama yang terkait penggunaan kendaraan pribadi, mulai dipilih secara lebih selektif.
Teguh Parambodo, pekerja di perusahaan alat kesehatan, merasakan langsung dampak kenaikan tersebut karena ia memakai Mitsubishi Xpander dan tetap menggunakan Pertamax Turbo. Harga BBM itu kini Rp19.600 per liter dari sebelumnya Rp18.300 per liter, sehingga biaya pengisian penuh tangki berkapasitas sekitar 45 liter naik dari kisaran Rp800.000 menjadi sekitar Rp1,1 juta.
Dampak pada mobilitas dan konsumsi harian
Teguh menyatakan belum berencana mengganti jenis BBM karena ingin menjaga performa kendaraan. Sebagai gantinya, ia menghemat dari cara bepergian, yakni lebih sering memakai sepeda motor ketika tidak perlu membawa mobil, dengan biaya sekitar Rp70.000 untuk penggunaan kurang lebih dua hari.Kenaikan harga BBM juga membuat perencanaan perjalanan menjadi lebih ketat bagi pekerja yang harus sering berpindah lokasi. Namun, beberapa pengeluaran tetap sulit dihapus karena berkaitan dengan aktivitas kerja dan kebutuhan sosial, termasuk kopi dan rokok saat bertemu klien.
Gambaran ini menunjukkan tekanan biaya energi tidak serta-merta menghentikan konsumsi, tetapi mengubah komposisinya. Bagi sektor ritel makanan minuman dan gaya hidup terjangkau, pola tersebut dapat menopang permintaan, sementara biaya transportasi pribadi berpotensi menjadi pos pengeluaran yang semakin dibatasi.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina pada awal September 2026 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, termasuk penyesuaian pada Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Green 95 beserta besaran harga per liternya. Kami juga mencatat bahwa Pertamax serta BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar tidak berubah, sehingga selisih harga antara BBM nonsubsidi tertentu dan BBM subsidi makin lebar bagi konsumen.
Berita Retail Sales Terbaru
- Forex
- Crypto