Mira Kyivska

OJK waspadai dampak El Nino terhadap pembiayaan multifinance

OJK waspadai dampak El Nino terhadap pembiayaan multifinance
OJK waspada El Nino

Ancaman El Nino yang diperkirakan berlanjut hingga 2027 mendorong OJK mencermati risiko pembiayaan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap cuaca ekstrem. Di tengah kewaspadaan itu, penyaluran pembiayaan multifinance dan modal ventura ke pertanian, kehutanan, dan perikanan per Juli 2026 masih mencatat pertumbuhan tahunan positif.

Sorotan

  • OJK mencatat pembiayaan perusahaan multifinance di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai Rp42,51 triliun per Juli 2026, naik 10,12% YoY.
  • OJK mendorong PVML memperkuat manajemen risiko untuk menghadapi potensi dampak El Nino yang diproyeksi bertahan hingga Februari 2027 dengan intensitas sangat kuat oleh WMO.
  • Total pembiayaan multifinance per Juli 2026 tercatat Rp513,05 triliun atau tumbuh 2,01% YoY, sedangkan modal ventura Rp16,32 triliun turun 0,46% YoY.

Risiko iklim dan eksposur pembiayaan sektor rentan

KONTAN melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan menaruh perhatian pada dampak fenomena El Nino terhadap industri Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, khususnya pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan otoritas terus mencermati pengaruh fenomena tersebut terhadap kinerja pembiayaan di sektor-sektor terkait.

Menurut Agusman, pembiayaan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sejauh ini masih tumbuh positif. OJK mencatat penyaluran pembiayaan perusahaan multifinance pada sektor tersebut mencapai Rp42,51 triliun per Juli 2026, naik 10,12% secara tahunan, sementara pembiayaan atau penyertaan modal ventura mencapai Rp757,06 miliar, tumbuh 10,49% YoY.

OJK juga terus mendorong industri PVML memperkuat manajemen risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Langkah itu dinilai perlu untuk menjaga pertumbuhan industri tetap sehat dan berkelanjutan di tengah potensi risiko akibat perubahan kondisi iklim.

Kinerja industri dan implikasi bagi sektor keuangan

Secara keseluruhan, total penyaluran pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp513,05 triliun per Juli 2026 atau tumbuh 2,01% YoY. Pertumbuhan itu terutama ditopang pembiayaan modal kerja yang naik 6,32% YoY, sedangkan nilai pembiayaan modal ventura tercatat Rp16,32 triliun dan mengalami kontraksi 0,46% YoY.

Sebelumnya, Organisasi Meteorologi Dunia, WMO, telah memperingatkan potensi El Nino yang dapat berlangsung hingga Februari 2027 dengan intensitas sangat kuat. Proyeksi tersebut menambah tekanan bagi pelaku industri keuangan untuk mengelola risiko pembiayaan secara lebih cermat, terutama pada sektor yang sangat bergantung pada pola cuaca seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kesenjangan antara penyaluran pembiayaan UMKM dan perlindungan ketahanan usaha, kami menyoroti bahwa besarnya kredit belum otomatis mencerminkan daya tahan pelaku usaha saat menghadapi tekanan seperti penurunan penjualan, kenaikan biaya, hingga gagal panen. Artikel itu juga menekankan pentingnya penjaminan, pendampingan, dan digitalisasi untuk menjembatani UMKM yang feasible tetapi belum bankable, agar akses pembiayaan tetap sejalan dengan penguatan manajemen risiko.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.