Jamkrindo perkuat keamanan siber untuk menopang layanan penjaminan

Jamkrindo perkuat keamanan siber untuk menopang layanan penjaminan
Jamkrindo tingkatkan keamanan siber

Jamkrindo terus memperkuat keamanan siber di tengah meningkatnya risiko digital untuk menjaga keberlangsungan layanan dan memperbaiki tata kelola teknologi informasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi bisnis perseroan untuk mendukung operasional penjaminan serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

Sorotan

  • Jamkrindo mencatat penurunan kerugian finansial akibat serangan siber hingga 90% secara tahunan dan Mean Time to Respond turun 87,5% menjadi satu jam.
  • Tingkat kepatuhan keamanan Jamkrindo naik menjadi 95%, serta insiden tidak terdeteksi turun 100% berdasarkan indikator pengukuran perusahaan.
  • Jamkrindo meraih penghargaan Cybersecurity kategori Financial Services di The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 berkat konsistensi memperkuat sistem dan data.

Transformasi keamanan dan capaian operasional

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) menjalankan penguatan keamanan siber melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup sumber daya manusia, proses, dan teknologi. Direktur Operasional dan Jaringan Jamkrindo, Sigit Tjahjo Prabowo, mengatakan transformasi tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk membangun ketahanan digital yang adaptif terhadap perkembangan ancaman dan mendukung operasional bisnis.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dan Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo menjalankan transformasi dalam empat tahap. Pada 2021 hingga 2022 perusahaan membangun fondasi keamanan, lalu melanjutkan evaluasi dan penguatan kapabilitas pada 2022 hingga 2023, otomasi pada 2023 hingga 2024, dan perbaikan berkelanjutan pada 2024 hingga 2029.

Transformasi itu ditopang tiga pilar utama, yakni Cyber Strategy Framework berbasis kerangka National Institute of Standards and Technology, Cybersecurity Intelligent Platform berarsitektur Zero Trust, serta AI Smarter Security untuk mendeteksi dan menganalisis potensi ancaman siber. Implementasinya mencakup peningkatan kesiapan organisasi, penguatan proses pengamanan, pengembangan kompetensi karyawan, serta peningkatan kesadaran keamanan informasi di seluruh lini perusahaan.

Perseroan mencatat penurunan kerugian finansial akibat serangan siber hingga 90% secara tahunan. Mean Time to Respond turun 87,5% menjadi satu jam, sementara waktu penemuan dan pemulihan data berkurang 83,3%, dari 12 jam menjadi dua jam.

Dampak bagi tata kelola dan dukungan UMKM

Tingkat kepatuhan Jamkrindo mencapai 95%, naik 20% dibandingkan periode sebelumnya. Perusahaan juga mencatat penurunan 100% pada insiden yang tidak terdeteksi berdasarkan indikator pengukuran yang digunakan, yang menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mendeteksi ancaman, merespons insiden, dan memulihkan layanan.

Penguatan keamanan siber turut menjaga ketahanan operasional, melindungi data, memastikan ketersediaan layanan digital, serta meminimalkan gangguan bisnis. Hal ini dinilai penting untuk menopang layanan penjaminan Jamkrindo dan mendukung perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Atas konsistensinya memperkuat perlindungan sistem dan data, Jamkrindo meraih penghargaan Cybersecurity kategori Financial Services dalam ajang The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan Asian Business Review. Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus memperkuat pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan insiden siber, sekaligus mencermati pemanfaatan AI untuk meningkatkan adaptivitas analisis ancaman dengan tetap memperhatikan tata kelola dan kebutuhan bisnis.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana merger empat BUMN karya di bawah koordinasi Danantara Indonesia, kami membahas target penyelesaian konsolidasi paling lambat akhir November 2026 serta skema penggabungan PTPP dengan Adhi Karya dan Nindya Karya dengan Brantas Abipraya. Kami juga menyoroti bahwa penetapan entitas yang bertahan (surviving entity) masih dikaji, dengan tujuan membangun kapasitas yang lebih kuat, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat skala usaha sektor konstruksi BUMN.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.