Elena Nikulina

Proyek pusat data Jatiluhur hadapi penghentian sementara di tengah sorotan izin dan kebutuhan utilitas

Proyek pusat data Jatiluhur hadapi penghentian sementara di tengah sorotan izin dan kebutuhan utilitas
Jatiluhur data center dihentikan

Ekspansi pusat data menjadi bagian dari dorongan ekonomi digital Indonesia, tetapi kebutuhan infrastruktur pendukungnya kini memicu kehati-hatian regulator dan pemerintah daerah. Penghentian sementara proyek AI Campus 2 di Jatiluhur menyoroti benturan antara investasi teknologi berskala besar dan perlindungan pasokan air bagi warga serta pertanian.

Sorotan

  • Proyek pembangunan AI Campus 2 atau CGK4 milik BDx Data Centers senilai Rp3,5 triliun dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat karena belum memiliki AMDAL dan PBG.
  • Fasilitas pusat data Jatiluhur dengan kapasitas hingga 640 megawatt memerlukan pasokan air 380–384 liter per detik dari Waduk Jatiluhur untuk pendinginan.
  • Penggunaan air dalam skala besar oleh proyek ini memicu kekhawatiran akan dampak pada pasokan air pertanian dan konsumsi masyarakat di Purwakarta.

Penjelasan pemerintah atas penghentian proyek

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan kebutuhan pusat data di berbagai daerah meningkat seiring adopsi ekonomi digital, termasuk untuk e-commerce dan aktivitas daring lain. Ia menyampaikan pandangan itu di ajang Digital Infrastructure Summit di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026, saat menanggapi keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menghentikan sementara pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

AHY menegaskan ekspansi fasilitas pusat data berskala besar merupakan konsekuensi yang sulit dihindari dari transformasi ekonomi berbasis digital di dalam negeri. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa pembangunan instalasi komputasi berdaya tinggi harus didasarkan pada perhitungan teknis yang sangat matang, terutama ketika kebutuhan utilitas proyek menjadi sangat besar.

Dampak izin dan pasokan air di Jatiluhur

Polemik proyek ini bermula setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara pembangunan AI Campus 2, atau CGK4, milik BDx Data Centers dengan nilai investasi Rp3,5 triliun. Penghentian dilakukan karena pihak pemrakarsa disebut belum mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, atau AMDAL, dan Persetujuan Bangunan Gedung, atau PBG.

Selain persoalan perizinan, proyek dengan kapasitas daya hingga 640 megawatt itu mendapat sorotan karena kebutuhan air untuk sistem pendingin cair diperkirakan mencapai 380 hingga 384 liter per detik dari Waduk Jatiluhur. Besaran konsumsi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa pasokan air untuk pertanian dan kebutuhan konsumsi masyarakat dapat terganggu, sehingga pengembangan pusat data di kawasan itu kini menjadi isu yang tidak hanya menyangkut investasi digital, tetapi juga ketahanan utilitas dasar di wilayah setempat.

Skema pembiayaan investasi data center di Indonesia sebelumnya kami bahas sebagai isu penting di tengah lonjakan kebutuhan infrastruktur digital dan AI. Dalam ulasan tersebut, kami menyoroti bahwa pendanaan banyak mengalir lewat skema regional (dana dihimpun di luar negeri) serta bahwa ketersediaan energi dan air menjadi faktor kunci bagi investor—sekaligus catatan bahwa nilai tambah domestik bisa terbatas karena ketergantungan impor komponen.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.