CIMB Niaga melihat permintaan kredit swasta tetap tumbuh di tengah ekspansi bisnis
Aktivitas usaha di berbagai sektor ekonomi masih menopang kebutuhan pembiayaan perusahaan, terutama untuk modal kerja dan investasi. CIMB Niaga menilai segmen korporasi dan commercial banking tetap menjadi penyangga penting penyaluran kredit, dengan permintaan menonjol dari sektor FMCG dan kesehatan.
Sorotan
- Permintaan kredit swasta di CIMB Niaga terus tumbuh, didorong kebutuhan modal kerja dan investasi untuk ekspansi serta optimalisasi rantai pasok bisnis.
- Fokus pembiayaan CIMB Niaga mengarah ke sektor FMCG dan kesehatan, dengan strategi memperkuat hubungan nasabah serta mengoptimalkan prospek sektor-sektor unggulan.
- Bank menerapkan prinsip kehati-hatian, monitoring portofolio rutin, serta stress testing untuk menjaga kualitas aset dan menyesuaikan pembiayaan terhadap dinamika ekonomi.
Permintaan pembiayaan ditopang modal kerja dan investasi
Menurut Kontan, Direktur Business Banking CIMB Niaga Rusly Johannes mengatakan permintaan kredit dari sektor swasta masih menunjukkan tren positif seiring aktivitas bisnis yang terus berjalan di berbagai sektor ekonomi.Menurut dia, kebutuhan pembiayaan terutama berasal dari modal kerja dan investasi untuk mendukung ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengoptimalkan rantai pasok. Sejumlah pelaku usaha juga masih aktif memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis.
Rusly menyebut kebutuhan pembiayaan tiap nasabah berbeda, bergantung pada karakteristik industri dan rencana bisnis masing-masing. Perusahaan memanfaatkan kredit untuk menjaga likuiditas operasional, mendukung pertumbuhan usaha, maupun merealisasikan rencana investasi.
Fokus sektor dan pengelolaan risiko kredit
CIMB Niaga menyebut sektor yang menjadi fokus permintaan kredit antara lain fast moving consumer goods, atau FMCG, dan kesehatan. Untuk menangkap peluang tersebut, bank ini akan memperkuat hubungan dengan nasabah eksisting dan mengoptimalkan pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki prospek baik.Di tengah peluang pertumbuhan itu, perseroan tetap mengutamakan kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses kredit, pemantauan portofolio secara berkala, serta stress testing terhadap berbagai skenario ekonomi. CIMB Niaga juga meningkatkan pemantauan terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan menggunakan pendekatan berbasis risiko dalam setiap keputusan pembiayaan.
Ke depan, bank ini tetap melihat peluang pertumbuhan kredit yang sehat sejalan dengan kebutuhan pembiayaan dunia usaha, sambil mencermati dinamika ekonomi global maupun domestik. CIMB Niaga juga mengandalkan solusi perbankan yang komprehensif serta pemanfaatan teknologi dan data analytics untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pengambilan keputusan kredit yang pruden.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang prospek laba bank-bank besar Indonesia pada kuartal III 2026, kami mengulas bahwa kinerja tetap dinilai positif meski ada perlambatan kredit dan tekanan biaya dana. Ulasan tersebut menekankan peran margin bunga, porsi dana murah (CASA), serta kualitas aset dan selektivitas penyaluran kredit sebagai penentu utama hingga akhir tahun.
Berita Supply Chain Terbaru
- Forex
- Crypto