Industri pergadaian catat lonjakan laba hingga Agustus 2026
Kenaikan harga emas dan bertambahnya nasabah mendorong kinerja industri pergadaian hingga Agustus 2026 di tengah ekspansi pembiayaan yang masih kuat. OJK mencatat laba industri mencapai Rp 8,57 triliun, sementara pelaku usaha menilai ruang pertumbuhan tetap terbuka sampai akhir tahun.
Sorotan
- Otoritas Jasa Keuangan mencatat laba industri pergadaian mencapai Rp 8,57 triliun per Agustus 2026, naik 69,73% secara tahunan.
- Penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 156,61 triliun per Agustus 2026, tumbuh 44,60% yoy, dengan 84,82% disalurkan melalui produk gadai.
- Nilai aset industri pergadaian meningkat 44,78% yoy menjadi Rp 187,98 triliun per Agustus 2026, menurut OJK.
Pendorong laba dan ekspansi pembiayaan
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan mencatat laba industri pergadaian mencapai Rp 8,57 triliun per Agustus 2026, naik 69,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja itu berlangsung seiring penyaluran pembiayaan industri pergadaian yang mencapai Rp 156,61 triliun, atau tumbuh 44,60% secara tahunan.Sekretaris Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia, Holilur Rohman, mengatakan lonjakan laba tidak hanya ditopang pertumbuhan pembiayaan gadai, tetapi juga kenaikan harga emas. Menurut dia, pertumbuhan itu turut dipicu oleh bertambahnya jumlah nasabah serta munculnya perusahaan gadai baru.
Secara rinci, pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan melalui produk gadai senilai Rp 132,84 triliun. Nilai tersebut mencakup 84,82% dari total pembiayaan yang disalurkan industri hingga Agustus 2026.
Prospek industri hingga akhir 2026
Untuk menjaga pertumbuhan, Holilur menilai perusahaan pergadaian perlu memperkuat literasi, edukasi, dan promosi agar dapat menarik nasabah baru sekaligus mempertahankan nasabah yang ada. Ia menambahkan, kinerja laba ke depan akan dipengaruhi oleh strategi masing-masing perusahaan serta faktor eksternal seperti harga emas, harga barang elektronik yang dipengaruhi nilai tukar, dan permintaan masyarakat.Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan masih ada ruang bagi industri pergadaian untuk mencatat pertumbuhan positif hingga akhir 2026. OJK juga mencatat nilai aset industri pergadaian per Agustus 2026 mencapai Rp 187,98 triliun, meningkat 44,78% dibandingkan setahun sebelumnya.
Dalam ulasan kami tentang standar penyimpanan barang jaminan di industri pergadaian, OJK menegaskan lewat POJK 39/2024 bahwa perusahaan wajib memiliki fasilitas penyimpanan yang memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan. Kami juga mengulas bagaimana kebutuhan investasi—yang oleh pelaku usaha diperkirakan puluhan juta rupiah per cabang—dapat memengaruhi kecepatan ekspansi jaringan, penguatan tata kelola, serta keberlanjutan pertumbuhan portofolio pembiayaan.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto