KSPEAN Merauke dorong pengembangan lumbung pangan nasional

KSPEAN Merauke dorong pengembangan lumbung pangan nasional
KSPEAN dorong pangan nasional

Pemerintah mendorong pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam di Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Proyek ini juga mencakup penyiapan pasokan air tanah untuk mendukung perluasan pertanian padi yang mulai berjalan bertahap di kawasan tersebut.

Sorotan

  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mendukung pengembangan KSPEAN Wanam untuk membuka lumbung pangan baru sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
  • Survei geolistrik menemukan tujuh titik potensial untuk sumur dalam dengan debit 1–2 liter per detik di kedalaman 60–70 meter.
  • Penanaman padi tahap pertama di lahan 40 hektare di KM 21 Wanam dimulai dan direncanakan dipanen awal hingga pertengahan November 2026.

Rencana air dan pertanian di Wanam

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pengembangan KSPEAN Wanam menjadi bagian dari upaya membuka lumbung pangan baru sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat cadangan pangan di tengah ketidakpastian global.

Ia menyatakan kawasan seperti Wanam perlu disiapkan untuk mengejar keberlanjutan pangan nasional. Menurut Dody, pengembangan wilayah itu dinilai tepat karena mendukung pembentukan sentra produksi baru bagi kebutuhan pangan Indonesia.

Berdasarkan hasil survei geolistrik, terdapat tujuh titik yang memiliki potensi air tanah untuk dikembangkan menjadi sumur dalam. Masing-masing titik diperkirakan memiliki debit sekitar 1 sampai 2 liter per detik, sementara survei awal menunjukkan potensi akuifer di lokasi tersebut cukup baik pada kedalaman sekitar 60 sampai 70 meter.

Dampak pada ketahanan pangan nasional

Ketersediaan sumber air alternatif dari sumur bor menjadi semakin penting seiring dimulainya penanaman padi di kawasan Wanam. Pengembangan sumur dalam diposisikan sebagai langkah untuk memastikan kebutuhan air lahan pertanian dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Hingga 1 Oktober 2026, penanaman padi pada lahan percontohan di KM 21 mencapai sekitar 40 hektare untuk tahap pertama. Padi itu direncanakan dipanen pada awal hingga pertengahan November 2026, sementara penanaman berikutnya dilakukan bertahap oleh Kementerian Pertanian.

Dody mengatakan tugas Kementerian Pekerjaan Umum adalah menyiapkan air dan memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian tersebut tersedia. Langkah itu menempatkan infrastruktur air sebagai penopang utama perluasan produksi pangan di Merauke.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan dukungan daerah bagi penyuluhan pertanian, kami membahas dorongan pemerintah pusat agar pemda menopang operasional Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui APBD atau skema transfer lain untuk mempercepat target swasembada pangan. Kami juga mencatat langkah Kementerian Pertanian memperbaiki BPP yang rusak lewat refocusing anggaran, seiring peran puluhan ribu penyuluh pertanian sebagai ujung tombak implementasi program pangan di tingkat kecamatan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.