Telkom percepat perampingan entitas usaha untuk tuntaskan target 2026

Telkom percepat perampingan entitas usaha untuk tuntaskan target 2026
Telkom percepat restrukturisasi

Telkom mempercepat penyederhanaan dan penataan 26 entitas anak usaha pada semester II-2026 untuk mendukung target perampingan total 50 entitas sepanjang tahun ini. Langkah itu menjadi bagian dari perombakan portofolio yang ditujukan untuk menyehatkan TelkomGroup, memfokuskan sumber daya pada empat segmen bisnis, dan memperkuat arah menuju strategic holding.

Sorotan

  • PT Telkom Indonesia mempercepat streamlining 26 entitas anak usaha untuk diselesaikan pada semester II-2026, mendukung target penataan 50 entitas hingga akhir 2026.
  • Setiap entitas anak Telkom dievaluasi kontribusinya terhadap bisnis inti dan nilai grup, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kelincahan portofolio perusahaan.
  • Restrukturisasi portofolio anak usaha diarahkan memaksimalkan potensi empat segmen bisnis utama dan mendukung target valuasi lebih dari Rp550 triliun pada 2030.

Rencana perampingan dan fokus portofolio 2026

Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengakselerasi program streamlining dan penataan terhadap 26 entitas anak usaha agar selesai pada semester II-2026. Target tersebut menopang sasaran perseroan untuk merampungkan streamlining 50 entitas anak usaha sepanjang 2026.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan percepatan itu dijalankan dengan eksekusi yang disiplin, sejalan dengan arahan pemegang saham untuk bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian. Menurut dia, setiap entitas dievaluasi secara menyeluruh untuk menilai relevansinya dengan bisnis inti, kontribusinya terhadap nilai grup, dan kejelasan prospeknya.

Nanang menambahkan percepatan itu tidak semata mengejar jumlah entitas yang ditata, tetapi juga memastikan portofolio TelkomGroup menjadi lebih sehat. Dengan sumber daya yang lebih terfokus, masing-masing operating company diharapkan dapat bergerak lebih lincah.

Dampak terhadap valuasi dan empat segmen bisnis

Perseroan saat ini melakukan delayering bisnis ke dalam empat segmen utama, yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Penataan portofolio anak usaha dinilai membuka peluang bagi Telkom untuk mengoptimalkan nilai bisnis yang selama ini belum tergali secara maksimal.

Menurut Nanang, penataan tersebut diarahkan untuk memaksimalkan potensi masing-masing segmen, membuka peluang kemitraan strategis, serta mendorong penciptaan nilai yang lebih tinggi. Transformasi menuju strategic holding itu juga disebut mendukung upaya Telkom untuk mencapai target valuasi lebih dari Rp550 triliun pada 2030.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang sinergi Taspen dengan Danantara, kami menyoroti pentingnya prinsip kehati-hatian, mitigasi risiko investasi, dan pengawasan berkelanjutan dalam pengelolaan dana jangka panjang di lingkungan BUMN. Kami juga mencatat bahwa transformasi Danantara dipandang sebagai momentum memperkuat fondasi Governance, Risk, and Compliance melalui pertukaran praktik terbaik, penguatan budaya risiko, serta integrasi sistem kepatuhan agar keputusan investasi lebih berkelanjutan dan akuntabel.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.