MNC Bank pulihkan layanan digital di tengah keluhan transaksi nasabah
MNC Bank menghadapi sorotan setelah nasabah mengeluhkan gangguan transaksi digital dan pembatasan penarikan tunai dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan ini terjadi saat kinerja dan rasio likuiditas bank menunjukkan tekanan hingga September 2026.
Sorotan
- MNC Bank masih memulihkan layanan digital pasca keluhan nasabah sejak 2 November 2026, dengan opsi transaksi terbatas pada ATM dan kantor cabang.
- PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) melaporkan laba bersih turun 22,78% menjadi Rp46,63 miliar per September 2026, saldo rugi akumulasi Rp489,69 miliar, dan modal inti turun ke Rp3,03 triliun.
- Rasio NPL naik menjadi 4,64%, CAR turun ke 20,68%, dan LDR naik ke 105,83%, dengan fokus bank pada penguatan modal setelah pembatalan merger dengan Nobu Bank pada November 2025.
Pemulihan layanan dan opsi transaksi nasabah
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, MNC Bank menyatakan proses pemulihan layanan transaksi digital masih terus berlangsung setelah keluhan nasabah ramai muncul di media sosial pada Senin, 2 November 2026.Corporate Secretary MNC Bank Edward Kennetze memastikan bank terus melakukan penanganan dan mitigasi agar seluruh jaringan layanan dapat kembali beroperasi normal secepatnya. Selama masa pemulihan, bank menyediakan alternatif melalui jaringan ATM MNC Bank untuk penarikan tunai dan pengecekan saldo.
Bank juga menyarankan nasabah mendatangi kantor cabang terdekat sesuai jam operasional atau menghubungi call center di nomor 1500188 untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Di media sosial, sejumlah nasabah mengaku tidak dapat bertransaksi melalui aplikasi MotionBank, sementara penarikan tunai di teller disebut dibatasi dengan alasan likuiditas.
Sumber yang bekerja di salah satu lini bisnis MNC Group juga mengatakan kantor tempatnya bekerja mulai memindahkan rekening payroll dari MNC Bank sejak Oktober. Menurut sumber itu, pengguna perangkat Android sempat tidak bisa mengakses MotionBank sama sekali.
Tekanan neraca dan implikasi bagi bank
Berdasarkan laporan keuangannya, PT Bank MNC Internasional Tbk, berkode saham BABP, membukukan penurunan laba bersih 22,78% secara tahunan menjadi Rp46,63 miliar per September 2026. Pada periode yang sama, akumulasi saldo rugi tercatat mencapai Rp489,69 miliar.Modal inti bank turun menjadi Rp3,03 triliun dari Rp3,27 triliun pada September 2025, sementara rasio kecukupan modal atau CAR turun menjadi 20,68% dari 24,5%. Rasio kredit terhadap pendanaan atau LDR juga mencapai 105,83%, sedangkan rasio kredit bermasalah atau NPL naik menjadi 4,64% dari 4%, mendekati ambang batas atas 5% yang ditetapkan regulator.
Dalam rencana bisnis bank 2026, MNC Bank menetapkan langkah untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat tumbuh lebih sehat dan bersinergi dengan perusahaan di dalam maupun di luar Grup MNC. Sebelumnya, bank ini juga sempat merencanakan merger dengan PT Bank Nationalnobu Tbk, atau Nobu Bank, namun rencana yang bergulir sejak 2023 itu resmi dibatalkan pada November 2025.
Aturan baru OJK tentang rencana bisnis bank sebelumnya kami bahas sebagai pembaruan kerangka penyusunan rencana bisnis yang menempatkannya sebagai instrumen strategis untuk arah usaha, tata kelola, dan manajemen risiko. Ketentuan ini mewajibkan rencana bisnis yang lebih realistis dan berbasis risiko, dengan pelaporan serta evaluasi yang lebih rinci melalui sistem OJK, sekaligus memperkuat pengawasan dan mendorong penyesuaian strategi bank di tengah percepatan digitalisasi.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto