Bank Mandiri dorong fee based income lewat transaksi digital
Di tengah tekanan pada pendapatan bunga, Bank Mandiri terus mengandalkan penguatan transaksi digital untuk memperbesar pendapatan berbasis komisi dan menjaga pertumbuhan dana murah. Hingga Oktober 2026, pertumbuhan pengguna dan frekuensi transaksi pada Kopra by Mandiri serta Livin' by Mandiri ikut menopang kenaikan CASA dan fee based income recurring perseroan.
Sorotan
- Jumlah pengguna Kopra by Mandiri naik 48,6% YoY menjadi 455.000 dan Livin' by Mandiri tumbuh 20,4% YoY menjadi 43 juta per Oktober 2026.
- Pendapatan fee based income recurring Bank Mandiri naik 19,8% YoY menjadi Rp 17,2 triliun, dengan kontribusi Livin' dan Kopra masing-masing tumbuh 40,9% dan 21,1% YoY.
- Dana pihak ketiga Bank Mandiri tumbuh 15,1% YoY menjadi Rp 1.762 triliun, dengan rasio CASA sebesar 71,8% dan tabungan emas dijadikan mesin pertumbuhan baru.
Pertumbuhan platform digital dan kontribusi ke pendapatan
KONTAN melaporkan, Bank Mandiri menjadikan bisnis transaksi digital sebagai salah satu penggerak pertumbuhan, dengan Kopra by Mandiri melayani segmen wholesale dan Livin' by Mandiri menyasar nasabah ritel. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan strategi ini memperluas ekosistem layanan nasabah sekaligus menopang pertumbuhan dana murah dan pendapatan berbasis komisi.Hingga Oktober 2026, jumlah pengguna Kopra mencapai 455.000, tumbuh 48,6% secara tahunan, dengan frekuensi transaksi 1,32 miliar atau naik 8,03% YoY. Di saat yang sama, pengguna terdaftar Livin' by Mandiri naik 20,4% YoY menjadi 43 juta, sementara frekuensi transaksinya mencapai 4,22 miliar, meningkat 27,8% YoY.
Peningkatan aktivitas transaksi digital itu turut menopang dana pihak ketiga Bank Mandiri yang tumbuh 15,1% YoY menjadi Rp 1.762 triliun. Dari jumlah tersebut, dana CASA naik 15,5% YoY menjadi Rp 1.265 triliun, dengan rasio CASA mencapai 71,8%; dana giro tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp 679 triliun dan tabungan meningkat 11,3% YoY menjadi Rp 586 triliun.
Di sisi pendapatan, kontribusi kanal digital tercermin pada pertumbuhan fee based income recurring sebesar 19,8% YoY menjadi Rp 17,2 triliun. Pendapatan berbasis komisi dari Livin' dan Kopra masing-masing meningkat 40,9% dan 21,1% YoY.
Ekspansi layanan baru dan dampaknya bagi bisnis
Bank Mandiri juga memperluas sumber pendapatan berbasis transaksi melalui pengembangan bisnis emas sebagai mesin pertumbuhan baru. Dalam siaran pers pada Jumat, 6 November 2026, Novita menyatakan perseroan menghadirkan layanan Tabungan Emas melalui Livin' by Mandiri untuk transaksi jual beli emas secara digital, setelah menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion.Selain itu, perseroan menyediakan KSM Emas untuk pembelian emas secara cicilan. Nasabah juga dapat menarik saldo tabungan emas dalam bentuk fisik melalui ATM Emas maupun kantor cabang yang menyediakan layanan tersebut.
Pengembangan Livin' juga diarahkan untuk menjangkau kebutuhan harian nasabah, salah satunya lewat layanan Livin' Food. Pada tahap awal, layanan ini telah menggandeng lebih dari 2.300 merchant yang mayoritas merupakan pelaku UMKM, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas melalui basis nasabah Bank Mandiri.
Perseroan turut menghadirkan Livin' Call by Mandiri agar nasabah dapat mengakses layanan contact center selama 24 jam melalui internet tanpa biaya pulsa, baik dari dalam maupun luar negeri. Langkah memperluas fungsi Livin' dan Kopra menunjukkan upaya Bank Mandiri mempererat hubungan dengan nasabah sambil memperkuat dana murah dan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang bank-bank besar yang makin mengandalkan fee-based income, kami menyoroti bagaimana pendapatan berbasis komisi tumbuh lebih cepat daripada net interest income (NII) saat margin bunga tertekan. Saat itu, Bank Mandiri tercatat membukukan kenaikan pendapatan komisi yang jauh melampaui pertumbuhan NII, sementara bank lain juga mendorong transaksi digital dan layanan seperti wealth management untuk memperkuat sumber pendapatan nonbunga. Kami juga menggarisbawahi bahwa strategi ini tetap menuntut investasi teknologi dan pemasaran agar pertumbuhan komisi berkelanjutan dan sepadan dengan biayanya.
Berita Income Terbaru
- Forex
- Crypto