OJK lantik pejabat baru untuk perkuat pengawasan dan transformasi organisasi
Otoritas Jasa Keuangan melantik lima pejabat baru di Jakarta pada 2 Juni 2026 sebagai bagian dari kesinambungan kepemimpinan, peningkatan kinerja organisasi, dan penguatan integritas. Langkah ini mencakup posisi pengawasan emiten, transformasi, inovasi teknologi sektor keuangan, aset digital, aset kripto, serta kepemimpinan daerah di Sumatera Utara.
Sorotan
- OJK melantik lima pejabat baru setingkat Deputi Komisioner dan Kepala Departemen untuk memperkuat pengawasan emiten, derivatif, bursa karbon, dan inovasi keuangan digital.
- Pelantikan pejabat baru ini menegaskan komitmen OJK menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, perlindungan konsumen, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penempatan pejabat pada bidang aset kripto, inovasi teknologi keuangan, dan transformasi organisasi mempertegas fokus OJK pada penguatan tata kelola dan pengawasan sektor keuangan.
Susunan jabatan baru dan arah penguatan organisasi
Seperti disampaikan dalam siaran pers Otoritas Jasa Keuangan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Selasa. Pergantian ini mencakup pimpinan satuan kerja pejabat setingkat Deputi Komisioner, Kepala Departemen, Kepala Unit Khusus, dan Kepala OJK Daerah.Friderica menyatakan suksesi kepemimpinan menjadi bagian penting dari proses pembinaan talenta dan penguatan organisasi. Ia menekankan pergantian jabatan tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tugas, tetapi juga sebagai momentum untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberi kontribusi yang lebih besar bagi organisasi.
Lima pejabat yang dilantik adalah Khoirul Muttaqien sebagai Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Irnal Fiscallutfi sebagai Kepala Unit Khusus Transformasi, Gontor Ryantori Aziz sebagai Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, Uli Agustina sebagai Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, serta Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara.
Dampak bagi pengawasan keuangan dan perlindungan konsumen
Dalam sambutannya, Friderica berpesan agar pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan profesionalisme, keteladanan, dan integritas yang teguh. Ia juga menegaskan jabatan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk memastikan OJK tetap menjadi lembaga yang profesional, kredibel, adaptif, dan mampu memberi manfaat nyata bagi konsumen, masyarakat, dan pembangunan nasional.Melalui penguatan organisasi ini, OJK menyatakan terus berkomitmen menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan. Penempatan pejabat pada bidang emiten, derivatif, bursa karbon, transformasi, serta pengawasan inovasi teknologi keuangan dan aset kripto juga menunjukkan fokus regulator pada penguatan tata kelola dan pengawasan sektor keuangan yang semakin berkembang.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kinerja industri BPR dan BPRS, kami menyoroti pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga hingga Maret 2026 di tengah persaingan jasa keuangan yang kian ketat. Kami juga mencatat fokus OJK pada penguatan struktur industri melalui konsolidasi serta pemenuhan modal inti minimum, sekaligus menjaga peran BPR/BPRS dalam pembiayaan UMKM yang porsinya mencapai sekitar separuh dari total penyaluran kredit dan pembiayaan.
Berita Terbaru
- Forex
- Crypto