PPATK dan FIC Namibia perluas kerja sama teknologi intelijen keuangan di Jakarta
Pertukaran teknologi intelijen keuangan menjadi fokus kunjungan delegasi Financial Intelligence Centre Namibia ke Jakarta pada 28 September hingga 2 Oktober 2026. Agenda ini mencakup pengelolaan teknologi informasi, implementasi goAML, dan penjajakan kerja sama yang lebih luas antara kedua lembaga FIU.
Sorotan
- PPATK dan FIC Namibia memperluas kerja sama melalui pertukaran pengalaman dan pengembangan teknologi intelijen keuangan di Jakarta pada agenda resmi bilateral.
- Delegasi meninjau program pelatihan di Pusdiklat APUPPT guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam fungsi analisis intelijen keuangan.
- FIC Namibia ingin mengadopsi inovasi aplikasi dan pemanfaatan teknologi informasi ala PPATK, menargetkan nilai tambah di luar dukungan operasional.
Agenda pertukaran teknologi dan pelatihan
Menurut PPATK, sebagaimana disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, kunjungan delegasi FIC Namibia difokuskan pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan teknologi informasi serta pengembangan teknologi pendukung analisis intelijen keuangan.Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Strategi dan Kerja Sama Internasional PPATK, Diana Soraya Noor, yang menyebut kunjungan tersebut sebagai ruang strategis bagi kedua lembaga untuk saling belajar dan memperkuat kerja sama kelembagaan. Ia mengatakan PPATK membagikan pengalaman yang telah diperoleh, sekaligus ingin mempelajari perspektif dan pengalaman dari FIC Namibia.
Selama kunjungan, agenda juga mencakup peninjauan program pendidikan dan pelatihan kapasitas intelijen keuangan di Pusdiklat APUPPT. Langkah itu menambah dimensi operasional dalam pembahasan, tidak hanya pada sistem teknologi tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia.
Dampak bagi penguatan fungsi FIU
Manajer Teknologi Informasi FIC Namibia, Ndinomwene Mondjila, mengatakan kunjungan ini dilatarbelakangi ketertarikan terhadap rekam jejak perkembangan teknologi informasi PPATK yang dikenal melalui berbagai forum internasional terkait goAML.Menurut Mondjila, FIC Namibia ingin mengembangkan fungsi teknologi informasi agar tidak hanya menjadi pendukung operasional, tetapi juga memberi nilai tambah melalui inovasi dan pengembangan aplikasi. Komitmen kedua lembaga untuk berbagi kiat sukses pemanfaatan teknologi menunjukkan upaya memperkuat fungsi intelijen keuangan sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan di masa depan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang lonjakan pembangunan data center di Indonesia, kami membahas bagaimana pertumbuhan infrastruktur digital ini membuka peluang premi baru bagi asuransi umum, namun menuntut disiplin underwriting yang lebih ketat. Kami menyoroti konsentrasi nilai aset dan ketergantungan data center pada listrik, pendingin, serta konektivitas, sehingga satu insiden dapat memicu business interruption dan klaim multi-lini sekaligus, sekaligus meningkatkan kebutuhan risk engineering dan dukungan reasuransi.
Berita PPATK Terbaru
- Forex
- Crypto