Indonesia hadapi risiko penurunan status pasar saham di tengah pertemuan Istana
Pemerintah memanggil pimpinan otoritas keuangan ke Istana Kepresidenan Jakarta ketika pasar modal Indonesia berada dalam sorotan terkait potensi perubahan klasifikasi. Langkah itu muncul setelah MSCI mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.
Sorotan
- Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi dan Gubernur BI Destry Damayanti ke Istana pada 19 Oktober 2026.
- Pemanggilan pejabat keuangan berlangsung di tengah sorotan kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI.
- Friderica Widyasari Dewi menyatakan belum mengetahui pasti agenda pertemuan, namun telah menyiapkan seluruh laporan untuk presiden.
Pertemuan otoritas keuangan di tengah sorotan MSCI
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026. Pemanggilan itu berlangsung ketika perhatian pelaku pasar tertuju pada kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International, atau MSCI.Friderica, yang akrab disapa Kiki, mengatakan belum mengetahui secara pasti agenda pertemuannya dengan Presiden. Namun, ia menyatakan telah menyiapkan seluruh laporan untuk disampaikan dan baru akan memberikan pembaruan setelah rapat selesai.
Saat kembali ditanya apakah pertemuan itu berkaitan dengan MSCI, Friderica menyebut Bursa Efek Indonesia juga menggelar pertemuan pada hari yang sama.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pelemahan tajam IHSG sepanjang kuartal III-2026, kami mengulas bagaimana penurunan indeks menekan prospek bisnis perusahaan sekuritas melalui turunnya nilai dan frekuensi transaksi, berkurangnya penggunaan margin, serta risiko penundaan IPO dan penerbitan obligasi. Ulasan tersebut juga menyoroti perlunya diversifikasi produk, penguatan edukasi investor, dan efisiensi operasional agar pelaku industri tetap kompetitif saat volatilitas meningkat.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto