BEI catat IHSG menguat 4,90 persen, rata-rata nilai transaksi harian capai Rp20,34 triliun

BEI catat IHSG menguat 4,90 persen, rata-rata nilai transaksi harian capai Rp20,34 triliun
IHSG naik 4,90%, transaksi tinggi

Perdagangan saham Indonesia pada pekan 19-23 Oktober 2026 ditutup dengan penguatan indeks dan kenaikan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan itu terjadi saat tekanan jual investor asing masih berlanjut, dengan nilai penjualan bersih mingguan meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.

Sorotan

  • IHSG naik 4,90 persen ke level 5.439 pada akhir pekan ini, sementara kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun.
  • Rata-rata nilai transaksi harian tumbuh 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun dengan frekuensi transaksi harian naik 13,80 persen ke 1,95 juta kali.
  • Investor asing catat net sell Rp6,67 triliun, naik 109,2 persen dibanding minggu sebelumnya, menandakan tekanan eksternal masih membayangi pasar domestik.

Kinerja pasar dan aktivitas perdagangan pekan ini

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG ditutup di level 5.439 pada akhir pekan ini, naik dari 5.185 pada penutupan pekan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun dari Rp9.157 triliun.

Peningkatan terbesar terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, yang tumbuh 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun dari Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga naik 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi, dibandingkan 1,72 juta kali transaksi pada periode sebelumnya.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian tercatat 39,96 miliar saham. Angka itu berubah 9,39 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 44,10 miliar saham, menunjukkan penguatan indeks tidak sepenuhnya diikuti kenaikan volume perdagangan.

Tekanan asing masih membayangi pasar domestik

Arus dana investor asing tetap menjadi faktor penekan bagi pasar saham domestik sepanjang pekan tersebut. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun, setara USD369,83 juta, lebih besar daripada net sell Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta pada pekan sebelumnya.

Kenaikan tekanan jual bersih asing sekitar 109,2 persen secara mingguan dalam denominasi rupiah menunjukkan sentimen eksternal masih memengaruhi pasar, meski indikator utama perdagangan di BEI menguat. Kondisi ini menandakan likuiditas pasar domestik tetap terjaga, tetapi pergerakan saham masih menghadapi tekanan dari aliran modal keluar asing.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang koreksi tajam IHSG sepanjang 2026, kami membahas bagaimana volatilitas pasar membentuk dinamika transaksi di platform Stockbit pada kuartal III 2026. Meski IHSG turun signifikan secara year to date hingga September, nilai transaksi Stockbit tetap besar karena respons investor yang beragam, sementara perusahaan menekankan pentingnya menjaga kepercayaan nasabah dan edukasi investor di tengah fluktuasi pasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.