Hlib Chabaniuk

IHSG turun ke 5.176 pada sesi I perdagangan Jakarta

IHSG turun ke 5.176 pada sesi I perdagangan Jakarta
IHSG turun ke 5.176

Tekanan jual di pasar saham Indonesia berlanjut hingga sesi I perdagangan Rabu, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,71% ke level 5.176. Pelemahan itu mengikuti penutupan negatif pada sehari sebelumnya, ketika nilai transaksi pasar mencapai Rp34,8 triliun.

Sorotan

  • IHSG turun ke 5.176 pada sesi I perdagangan Rabu, melanjutkan pelemahan dengan tekanan menyebar ke saham berkapitalisasi besar dan indeks tematik.
  • Indeks LQ45 merosot 1,43% ke 525,419, IDXLQ45LCL turun 1,59% ke 74,420, IDX80 melemah 2,00% ke 77,057, mengindikasikan sentimen negatif pasar.
  • Pada Selasa (27/10/2026), IHSG melemah 1,99% ke 5.266 di tengah transaksi Rp34,8 triliun dan jumlah saham turun jauh melebihi saham naik.

Pelemahan indeks berlanjut di sesi perdagangan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, penurunan IHSG pada Rabu (28/10/2026) juga diikuti pelemahan sejumlah indeks utama lain di Bursa Efek Indonesia. Indeks LQ45 turun 1,43% ke level 525,419, IDXLQ45LCL merosot 1,59% ke level 74,420, IDX30 turun 1,43% ke level 295,344, IDX80 melemah 2,00% ke level 77,057, dan IDXESGL turun 1,54% ke level 89,006.

Pergerakan ini menunjukkan tekanan yang meluas pada saham-saham berkapitalisasi besar maupun indeks tematik selama paruh pertama perdagangan. Penurunan serentak pada berbagai indeks mengindikasikan sentimen pasar yang masih lemah pada sesi tersebut.

Tekanan pasar mengikuti penutupan merah sebelumnya

Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), IHSG juga ditutup di zona merah setelah melemah 106 poin atau 1,99% ke level 5.266. Pada penutupan itu, sebanyak 101 saham menguat, 647 saham melemah, dan 215 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan pada sesi sebelumnya mencatat nilai transaksi Rp34,8 triliun dengan volume 17,3 miliar saham. Komposisi saham yang lebih banyak turun dibandingkan naik memperlihatkan tekanan pasar yang sudah terbentuk sebelum sesi Rabu berlangsung.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang IHSG yang ditutup turun 1,33% pada 15 Oktober 2026, tekanan jual disebut meluas dengan mayoritas saham bergerak negatif dan seluruh indeks sektoral berada di zona merah. Artikel itu juga mencatat pelemahan pada indeks-indeks unggulan seperti LQ45, JII, IDX30, dan MNC36, seiring aktivitas transaksi yang tetap tinggi di tengah sentimen pasar yang tertekan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.