IHSG menguat 2,25 persen ke 5.030 pada penutupan perdagangan Jakarta

IHSG menguat 2,25 persen ke 5.030 pada penutupan perdagangan Jakarta
IHSG tembus 5.030

Perdagangan saham di Jakarta berakhir lebih tinggi pada Kamis, dengan Indeks Harga Saham Gabungan menembus level 5.030 setelah naik 110,49 poin. Kenaikan ini disertai dominasi saham yang menguat dan nilai transaksi Rp9,8 triliun dari 22 miliar saham yang diperdagangkan.

Sorotan

  • IHSG menguat 2,25 persen ke 5.030 pada penutupan Kamis, 5 November 2026, dengan 505 saham menguat dan nilai transaksi Rp9,8 triliun.
  • Seluruh indeks utama ditutup di zona hijau: LQ45 naik 2,47 persen ke 513, JII naik 3,03 persen ke 290, IDX30 naik 2,22 persen ke 298, dan MNC36 naik 2,76 persen ke 227.
  • Mayoritas sektor menguat dan saham top gainers meliputi Simas ETF IDX30 naik 34,88 persen ke Rp116, BAJA naik 34,72 persen ke Rp194, dan BELL naik 34,55 persen ke Rp74.

Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG naik 2,25 persen ke level 5.030 pada sesi terakhir perdagangan Kamis, 5 November 2026. Pada penutupan, sebanyak 505 saham menguat, 209 saham melemah, dan 239 saham stagnan.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp9,8 triliun dengan volume 22 miliar saham. Sejumlah indeks utama lain juga ditutup di zona hijau, dengan indeks LQ45 naik 2,47 persen ke 513, indeks JII naik 3,03 persen ke 290, indeks IDX30 naik 2,22 persen ke 298, dan indeks MNC36 naik 2,76 persen ke 227.

Penguatan sektoral dan top gainers

Mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau, meliputi konsumer non siklikal, keuangan, bahan baku, kesehatan, konsumer siklikal, transportasi, industri, properti, energi, infrastruktur, dan teknologi. Pergerakan ini menunjukkan penguatan yang tersebar di berbagai sektor pasar pada akhir sesi.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Reksa Dana Indeks Simas ETF IDX30 yang naik 34,88 persen ke Rp116, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) yang menguat 34,72 persen ke Rp194, dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) yang naik 34,55 persen ke Rp74.

Pelemahan tajam IHSG sepanjang kuartal III-2026 yang pernah kami bahas menekan prospek bisnis perusahaan sekuritas, seiring turunnya harga saham, frekuensi dan nilai transaksi, serta minat investor. Kondisi ini berisiko memangkas pendapatan komisi, menekan penggunaan margin trading, dan menunda aktivitas penjaminan emisi seperti IPO maupun penerbitan obligasi hingga pasar kembali kondusif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.