NTB siapkan pabrik pengolahan untuk dorong industri kelapa

NTB siapkan pabrik pengolahan untuk dorong industri kelapa
Dorongan industri kelapa NTB

Nusa Tenggara Barat dinilai memiliki ruang untuk berkembang sebagai salah satu sentra industri kelapa nasional di tengah dorongan hilirisasi komoditas perkebunan. Rencana pembangunan pabrik pengolahan menjadi bagian penting dari upaya menambah nilai ekonomi, namun pengembangannya tetap bergantung pada pasokan bahan baku yang memadai.

Sorotan

  • NTB merencanakan pembangunan pabrik pengolahan kelapa untuk mendukung hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah perkebunan di daerah tersebut.
  • Pengembangan industri kelapa di NTB mensyaratkan pasokan bahan baku cukup melalui peremajaan tanaman dan peningkatan produktivitas kebun.
  • Jerry Hermawan Lo menyebut masa produktif kelapa 50-60 tahun berpotensi jadikan NTB pusat industri pengolahan yang kompetitif per 4 November 2026.

Rencana hilirisasi dan kebutuhan bahan baku

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, salah satu arah pengembangan industri kelapa di Nusa Tenggara Barat mencakup pembangunan pabrik pengolahan untuk menopang hilirisasi di daerah tersebut.

Fasilitas itu diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan kelapa di NTB. Namun, pengembangan industri ini membutuhkan ketersediaan bahan baku yang cukup, terutama melalui peremajaan tanaman dan peningkatan produktivitas kebun.

Potensi ekonomi kelapa di NTB

Pendiri Kelompok Usaha Jerry Hermawan Lo mengatakan kelapa memiliki masa produktif yang panjang dan hampir seluruh bagian tanamannya dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Menurut dia, karakteristik itu membuat komoditas kelapa berpotensi dikembangkan di NTB sebagai penopang industri pengolahan. Ia menyatakan pada Rabu, 4 November 2026, bahwa umur produktif kelapa yang dirawat dengan baik bisa mencapai 50 sampai 60 tahun, sehingga NTB dinilai tidak perlu iri pada provinsi dengan perkebunan sawit yang luas karena masih memiliki potensi kelapa yang sangat besar.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang target hilirisasi nasional hingga 2040, kami mengulas sasaran pemerintah mendorong pengolahan sumber daya alam lintas sektor agar tidak berhenti pada ekspor bahan mentah. Ulasan itu juga menyoroti contoh hilirisasi nikel yang diklaim menaikkan nilai ekspor secara tajam setelah penguatan industri pengolahan di dalam negeri, sekaligus menunjukkan bagaimana ketersediaan pasokan hulu menjadi faktor penting untuk mencapai target nilai tambah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.