Apa yang menyebabkan lonjakan harga Brent crude sebesar 3,3% baru-baru ini?
Minyak mentah Brent (XBR) melonjak 3,31% seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan laporan penurunan persediaan yang mendorong sentimen pasar. Kenaikan ini didukung oleh struktur bullish, dengan harga diperdagangkan kokoh di atas semua rata-rata pergerakan utama dan pembeli mendominasi tren.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Sorotan
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran atas potensi gangguan di jalur pelayaran utama meningkatkan risiko pasokan untuk Brent crude.
- Penurunan terbaru pada persediaan minyak mentah dan bensin semakin memperbesar kekhawatiran pasar tentang potensi kekurangan pasokan yang berkepanjangan.
- Brent crude menunjukkan momentum bullish yang kuat dengan kondisi overbought, diperdagangkan mendekati level tertinggi sesi, dengan proyeksi rentang lima hari di $87,77 hingga $95,91.
Risiko geopolitik dan penurunan persediaan memperkuat kekhawatiran gangguan pasokan
Perkembangan terbaru seputar Brent crude berfokus pada meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz dan Laut Merah. Laporan juga mencatat penurunan persediaan minyak mentah dan bensin, semakin memicu kekhawatiran pasokan. Usulan gencatan senjata sempat memicu aksi ambil untung, namun fokus kembali pada risiko gangguan pasokan energi yang berkepanjangan.
Momentum bullish menguat, level teknikal dan indikator sinyalkan kehati-hatian
Brent crude saat ini diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 20-hari, 50-hari, dan 200-hari ($78,56, $84,18, dan $82,35), mencerminkan momentum bullish yang luas di seluruh kerangka waktu jangka pendek, menengah, dan panjang. Batas atas jangka pendek berada di $95,91, sementara support terdekat ada di $91,64, didukung oleh keselarasan bullish antara rata-rata 50-hari dan 200-hari. Indikator momentum menunjukkan bias kenaikan yang kuat, dengan MACD dan Average Directional Index sama-sama memberikan sinyal beli. Relative Strength Index, Stochastic RSI, dan Commodity Channel Index menandakan kondisi overbought, sehingga disarankan berhati-hati untuk entry long baru. Bull/Bear Power tetap positif, menandakan pembeli mendominasi aksi harga intraday, disertai sinyal overbought. Awesome Oscillator juga mendukung tren bullish. Brent crude naik $2,94 atau 3,31% hari ini, pulih dari gap turun sekitar $0,33 (sekitar -0,37%) dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi sesi. Volatilitas intraday berada di 4,21%. Ada kekuatan jelas menuju level tertinggi, dengan momentum bullish dikonfirmasi oleh sebagian besar indikator, meski sinyal overbought perlu diwaspadai untuk potensi koreksi.
Dalam ulasan terbaru, Brent crude digambarkan memiliki momentum bullish yang kuat di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran inflasi, dengan sinyal teknikal menunjukkan dominasi pembeli. Aksi pasar terbaru memperkuat pandangan ini, dan dengan volatilitas yang tinggi serta pembacaan overbought, trader sebaiknya mengamati potensi breakout di atas $95,91 sebagai sinyal kelanjutan kenaikan.
Berita Brent Terbaru
- Forex
- Crypto