Harga emas Antam naik, buyback capai Rp2.286.000 per gram

Harga emas Antam naik, buyback capai Rp2.286.000 per gram
Emas Antam naik pekan ini

Pergerakan harga emas batangan Antam pada awal pekan menunjukkan kenaikan di pasar domestik pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan ini mendorong harga jual ke Rp2.531.000 per gram, sementara harga beli kembali juga meningkat dan ketentuan pajak tetap berlaku untuk transaksi tertentu.

Sorotan

  • Harga emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp2.531.000 per gram, sedangkan harga buyback naik menjadi Rp2.286.000 per gram per hari ini.
  • Transaksi buyback di atas Rp10.000.000 dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen langsung dipotong dari nilai transaksi.
  • Pembelian emas Antam dikenai PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar, menambah biaya akuisisi bagi investor ritel.

Perubahan harga dan ketentuan transaksi

Menurut Okezone Economy, mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp5.000 dari Rp2.526.000 menjadi Rp2.531.000 per gram pada hari ini. Pada saat yang sama, harga beli kembali, atau buyback, ikut naik menjadi Rp2.286.000 per gram, dengan level harga yang sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti pembaruan di laman resmi.

Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000, dikenakan Pajak Penghasilan, atau PPh, Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Potongan pajak tersebut dikenakan langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan buyback.

Dampak bagi pembeli emas ritel

Di sisi pembelian, harga emas Antam juga dikenai PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum di laman resmi. Ketentuan ini menjadi faktor tambahan yang perlu diperhitungkan investor ritel ketika menghitung biaya akuisisi emas batangan.

Kenaikan harga jual dan buyback mencerminkan perubahan valuasi harian produk emas Antam di pasar domestik. Bagi konsumen, selisih antara harga beli dan harga buyback tetap menjadi komponen penting dalam menilai waktu transaksi, terutama bagi pelaku investasi jangka pendek.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang dominasi gadai emas di industri pergadaian, kami membahas prospek laba sektor pergadaian hingga akhir 2026 yang masih ditopang permintaan pembiayaan dan ruang ekspansi. Kami juga menekankan bahwa kinerja dan margin pelaku usaha tetap sangat dipengaruhi fluktuasi harga emas, biaya pendanaan, persaingan, serta strategi seperti digitalisasi layanan dan peningkatan produktivitas cabang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.