Yulia Slavina

Samir catat penyaluran pembiayaan luar Jawa naik 62% hingga September 2026

Samir catat penyaluran pembiayaan luar Jawa naik 62% hingga September 2026
Pembiayaan luar Jawa naik

Ekspansi pembiayaan digital ke wilayah di luar Pulau Jawa terus menjadi fokus pelaku pindar seiring upaya memperluas akses modal produktif bagi UMKM di berbagai daerah. Hingga September 2026, PT Sahabat Mikro Fintek, atau Samir, menyalurkan pembiayaan luar Jawa senilai Rp 1,02 triliun, sementara Jawa masih menyumbang porsi terbesar terhadap total penyaluran perusahaan.

Sorotan

  • Penyaluran pembiayaan Samir ke luar Jawa naik 62% year-on-year hingga September 2026, dengan Sumatra tumbuh 65%, Kalimantan 64%, Sulawesi 60%.
  • Pulau Jawa masih mendominasi dengan porsi pembiayaan 69%, namun pertumbuhan di Jawa turun 0,2%, menandakan pergeseran ekspansi ke luar daerah.
  • Samir fokus pada penguatan manajemen risiko dan perluasan pembiayaan UMKM sesuai kebijakan OJK, didukung peningkatan literasi keuangan digital dan kolaborasi ekosistem.

Pertumbuhan regional dan strategi ekspansi

KONTAN melaporkan, penyaluran pembiayaan Samir ke luar Pulau Jawa tumbuh 62% secara tahunan hingga September 2026. Dari komposisinya, Sumatra mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 65%, disusul Kalimantan 64%, Sulawesi 60%, Bali dan Nusa Tenggara 57%, Maluku 47%, serta Papua 38%.

Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan perusahaan tetap memastikan perluasan akses pembiayaan di luar Jawa berjalan seiring dengan penguatan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, dan tata kelola yang baik. Menurut dia, penguatan kinerja bisnis juga ditempuh melalui perluasan pembiayaan, peningkatan literasi keuangan digital, dan pembukaan akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Handy menyatakan dukungan Samir terhadap pembiayaan UMKM sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan, atau OJK, untuk mendorong industri pindar di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Porsi Jawa masih dominan

Meski pertumbuhan penyaluran di luar Jawa menguat, Pulau Jawa masih menjadi kontributor utama yang mendominasi pembiayaan Samir dengan porsi 69%. Namun dari sisi pertumbuhan, penyaluran pembiayaan di Jawa turun 0,2%, menandakan mulai bergesernya laju ekspansi ke wilayah lain.

Ke depan, perusahaan menilai industri pindar masih membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari regulator, investor, perbankan, ekosistem pendukung, dan pemangku kepentingan lain. Bagi sektor pembiayaan digital, tren ini menunjukkan perluasan pasar di luar Jawa semakin penting untuk menopang pertumbuhan sekaligus mengurangi konsentrasi risiko geografis.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang POJK Nomor 17 Tahun 2026 terkait rencana bisnis bank umum, kami membahas bagaimana OJK memperketat standar perencanaan agar lebih realistis dan berbasis risiko. Aturan ini menempatkan rencana bisnis sebagai instrumen strategis untuk arah usaha, tata kelola, serta pengelolaan risiko, lengkap dengan kewajiban pelaporan dan evaluasi yang lebih rinci melalui sistem pelaporan OJK. Kerangka tersebut menegaskan pentingnya ekspansi yang tetap terukur dan selaras dengan profil risiko di tengah percepatan transformasi digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.