BRI Finance catat penurunan NPF, seleksi pembiayaan tetap ketat di tengah penyesuaian SLIK

BRI Finance catat penurunan NPF, seleksi pembiayaan tetap ketat di tengah penyesuaian SLIK
Penurunan NPF BRI Finance

Perusahaan multifinance ini membukukan perbaikan kualitas pembiayaan hingga September 2026 seiring penurunan rasio kredit bermasalah dalam portofolionya. Di saat Otoritas Jasa Keuangan menyesuaikan kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan, BRI Finance menegaskan proses persetujuan pembiayaan tetap bertumpu pada analisis risiko yang menyeluruh.

Sorotan

  • BRI Finance mencatat rasio non-performing financing turun ke 0,95% per September 2026, membaik 1,31% secara tahunan dari total aset kelolaan.
  • Perusahaan tetap menerapkan seleksi pembiayaan ketat dengan mengoptimalkan credit scoring dan data relevan selain SLIK di tengah perubahan regulasi OJK.
  • Strategi selektif kredit dan fokus pada manajemen risiko menunjang target pertumbuhan bisnis sehat tanpa mengendurkan standar kehati-hatian hingga September 2026.

Kinerja pembiayaan dan penyesuaian penilaian kredit

Seperti dilaporkan Kontan, PT BRI Multifinance Indonesia mencatat rasio non-performing financing sebesar 0,95% dari total aset kelolaan per September 2026, turun 1,31% secara tahunan. Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan penurunan itu mencerminkan membaiknya kualitas portofolio pembiayaan perusahaan.

Di tengah perubahan kebijakan SLIK oleh OJK, perusahaan menegaskan informasi dalam sistem tersebut tidak menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan kelayakan calon debitur. BRI Finance tetap menilai kemampuan membayar, profil risiko, riwayat pembayaran yang tersedia, serta kesesuaian pembiayaan dengan kondisi masing-masing calon debitur.

Perusahaan juga mengevaluasi sistem penilaian kredit atau credit scoring agar tetap relevan dengan perkembangan regulasi dan perubahan profil risiko nasabah. Jika terdapat penyesuaian informasi dalam SLIK, BRI Finance menyatakan akan mengoptimalkan data dan indikator lain yang relevan dalam proses analisis pembiayaan.

Dampak terhadap selektivitas dan pertumbuhan bisnis

Langkah tersebut menunjukkan perusahaan berupaya menjaga kualitas aset sambil tetap menyalurkan pembiayaan secara terukur. Pendekatan itu menjadi penting bagi industri multifinance karena perubahan parameter informasi kredit dapat memengaruhi cara lembaga pembiayaan membaca risiko calon nasabah.

Dengan mempertahankan selektivitas, BRI Finance menargetkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan tanpa mengendurkan standar kehati-hatian. Perbaikan NPF hingga September 2026 juga memberi sinyal bahwa penguatan manajemen risiko tetap menjadi fokus utama di tengah penyesuaian regulasi sektor keuangan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang aturan baru rencana bisnis bank (POJK 17/2026), kami mengulas pengetatan kerangka penyusunan rencana bisnis agar lebih realistis, berbasis risiko, dan selaras dengan prinsip kehati-hatian. Kami juga menyoroti bahwa ketentuan ini memperkuat pengawasan OJK melalui pelaporan yang lebih detail dan mendorong bank menyesuaikan strategi, proyeksi, serta tata kelola di tengah transformasi digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.