NPCT1 tingkatkan kapasitas terminal saat arus peti kemas naik 8 persen hingga September 2026
Kenaikan volume peti kemas mendorong New Priok Container Terminal One mempercepat penguatan kapasitas operasional hingga September 2026. Terminal ini membukukan arus 1.243.951,75 TEUs pada Januari-September 2026, naik dari 1.155.159,5 TEUs pada periode yang sama tahun lalu.
Sorotan
- NPCT1 mencatat arus peti kemas naik 8 persen hingga September 2026 dan meningkatkan kapasitas terminal dengan penambahan peralatan serta digitalisasi.
- Sejak Januari 2026, tujuh dari 51 unit prime mover NPCT1 beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian elektrifikasi armada untuk mendukung operasional berkelanjutan.
- Pengembangan solar photovoltaic fase kedua diproyeksikan mengurangi emisi karbon sebesar 280 ton per tahun dan meningkatkan efisiensi operasional terminal.
Penguatan kapasitas dan elektrifikasi armada
Sebagaimana dilaporkan Kompas.com, NPCT1 menyatakan peningkatan kebutuhan operasional mendorong perusahaan terus memperkuat kapabilitas terminal melalui penambahan peralatan, perbaikan proses kerja, dan pengembangan infrastruktur.Direktur NPCT1 Abdul Azis mengatakan langkah itu mencakup peningkatan proses operasional, penyediaan solusi digital, penambahan armada peralatan, serta percepatan penerapan peralatan dan infrastruktur yang lebih berkelanjutan. Dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 27 Oktober 2026, ia menyebut perusahaan terus menyesuaikan kapasitas untuk merespons dinamika operasional dan pertumbuhan kebutuhan.
Hingga 2026, NPCT1 memiliki sembilan unit quay crane, 29 unit rubber tyred gantry, dan 51 unit prime mover untuk mendukung kegiatan terminal. Sejak Januari 2026, tujuh dari total 51 unit prime mover itu telah dialihkan menjadi kendaraan listrik.
Dampak operasional dan target efisiensi
Di sisi lain, NPCT1 tengah mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya, atau solar photovoltaic, fase kedua. Pengembangan ini diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 280 ton per tahun sekaligus mendukung efisiensi operasional terminal.Menurut Abdul Azis, rangkaian pengembangan tersebut ditujukan untuk menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan keandalan layanan di tengah pertumbuhan arus peti kemas. Ia menambahkan upaya itu juga menopang kemampuan NPCT1 dalam menangani lebih dari 11 juta TEUs sejak 2016, dengan tetap menekankan kebutuhan pelanggan, keandalan layanan, dan keselamatan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang Perpres 41/2026 mengenai Penguatan Logistik Nasional, kami mengulas mandat pemerintah untuk mempercepat transformasi logistik agar biaya logistik turun bertahap dari 14,29% PDB menjadi 8%. Kebijakan ini menekankan penguatan infrastruktur konektivitas, integrasi dan digitalisasi layanan logistik, serta peningkatan kompetensi SDM dan penyedia jasa sebagai pilar utama. Kerangka tersebut menjadi konteks bagi berbagai inisiatif efisiensi operasional di simpul-simpul logistik, termasuk terminal pelabuhan.
Berita Supply Chain Terbaru
- Forex
- Crypto