KAI percepat peningkatan keselamatan perlintasan jelang libur Nataru di Jawa Tengah
Menjelang periode libur Natal dan tahun baru, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memeriksa infrastruktur perkeretaapian di wilayah operasi Semarang dan Purwokerto untuk menilai kesiapan jalur serta fasilitas perlintasan. Langkah ini mencakup peninjauan jembatan dan perlintasan sebidang di Jawa Tengah, di tengah program bertahap pengembangan 190 gardu perlintasan di berbagai daerah operasi.
Sorotan
- KAI mempercepat pembangunan 190 gardu perlintasan lengkap dengan palang pintu dan fasilitas penjagaan di Jawa Tengah menjelang libur Nataru.
- Sejak 5 November 2026, 24 titik perlintasan di Daop 1 Jakarta hingga Daop 8 Surabaya telah beroperasi dengan fasilitas baru sementara titik lain masih dalam pengerjaan.
- KAI berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengevaluasi serta meningkatkan fasilitas dan operasional perlintasan yang bersinggungan langsung dengan mobilitas masyarakat demi keselamatan.
Pemantauan infrastruktur dan program perlintasan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau sejumlah titik infrastruktur di Daop 4 Semarang dan Daop 5 Purwokerto, termasuk Jembatan Bangunan Hikmat 1109 KM 303+6/7 lintas Prupuk-Linggapura serta dua titik perlintasan di lintas Tegal-Slawi, yakni KM 7+200 dan JPL 16A KM 7+080. Kunjungan itu menjadi bagian dari evaluasi keselamatan jalur kereta api dan pengembangan fasilitas perlintasan yang digunakan masyarakat.Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Minggu, 8 November 2026, Bobby mengatakan setiap lintas memiliki karakteristik berbeda sehingga kebutuhan penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan. Peninjauan juga mencakup kondisi jalur dan jembatan kereta api serta kesiapan fasilitas yang dimanfaatkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang dijalankan KAI mencakup pembangunan 190 gardu perlintasan, beserta fasilitas pendukung seperti palang pintu dan perlengkapan operasional penjagaan. Sejak Kamis, 5 November 2026, sebanyak 24 titik perlintasan telah beroperasi dengan fasilitas hasil pengembangan di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya, sementara titik lainnya masih dikerjakan secara bertahap.
Dampak operasional dan koordinasi keselamatan
Fokus KAI saat ini berada pada perlintasan yang bersinggungan langsung dengan mobilitas masyarakat, terutama menjelang kenaikan pergerakan penumpang dan aktivitas jalan raya pada masa Nataru. Menurut Bobby, perlintasan merupakan ruang bersama bagi perjalanan kereta api dan pengguna jalan, sehingga kelengkapan fasilitas, kesiapan petugas, dan peralatan di setiap lokasi menjadi faktor penting bagi keselamatan operasi.KAI bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait terus mengevaluasi kondisi perlintasan sebidang dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing lokasi. Upaya itu meliputi pembangunan dan peningkatan fasilitas perlintasan, pengaturan operasional, serta koordinasi penanganan di sejumlah titik yang membutuhkan perhatian khusus.
Hasil pemantauan lapangan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KAI untuk menentukan langkah lanjutan dalam peningkatan keselamatan. Perseroan berharap fasilitas yang dibangun dapat berfungsi baik dan mendukung kelancaran perjalanan kereta api sekaligus aktivitas masyarakat di sekitar jalur.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh Tengah, kami mengulas percepatan proyek yang ditujukan untuk memulihkan konektivitas dan melindungi lingkungan. Fokusnya antara lain pembangunan jalan alternatif Angkup–Blang Merepah sebagai pengganti akses yang terdampak putusnya jembatan, serta pembangunan TPA Mulie Jadi untuk memperkuat pengelolaan sampah dan menekan risiko pencemaran sungai.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto