PT Kereta Api Logistik menyatakan volume angkutan selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H mencapai 5.740 ton, menandai kuatnya permintaan layanan distribusi pada musim Lebaran. Keterangan perusahaan dalam naskah itu juga menunjukkan puncak pengiriman terjadi pada pekan ketiga Ramadan, ketika arus distribusi barang meningkat menjelang hari raya. Momentum ini berlanjut saat perusahaan bersiap mengoptimalkan layanan kembali mulai 25 Maret 2026, seiring berakhirnya arus mudik dan dimulainya arus balik.
Sorotan
- KAI Logistik mencatat volume angkutan Lebaran 5.740 ton, didominasi oleh lebih dari 275.412 paket, 13.435 hewan peliharaan, dan 9.110 sepeda motor.
- Puncak pengiriman terjadi pada pekan ketiga Ramadan dengan total sekitar 1.600 ton dan lebih dari 86.000 pengiriman ke kota-kota utama Pulau Jawa.
- Volume pengiriman pada pekan akhir Ramadan hingga Idul Fitri 2026 mencapai 95.721 koli, naik 68% dari tahun lalu, menandakan peningkatan kepercayaan pelanggan.
Komposisi pengiriman dan puncak permintaan Lebaran
Selama periode tersebut, layanan KAI Logistik didominasi pengiriman paket dengan lebih dari 275.412 paket. Perusahaan juga menangani 13.435 hewan peliharaan serta 9.110 unit sepeda motor, yang menunjukkan kebutuhan pelanggan meluas dari kiriman barang umum hingga layanan khusus. Menurut Ayi Suryandi, Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, pola itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat atas layanan logistik yang andal untuk mendukung mobilitas barang pada momen Lebaran. Puncak pengiriman tercatat pada pekan ketiga Ramadan dengan total volume sekitar 1.600 ton atau setara lebih dari 86.000 pengiriman. Lonjakan ini menjadi indikasi meningkatnya aktivitas distribusi dan persiapan masyarakat menjelang hari raya. Kota tujuan dengan volume tertinggi meliputi Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, dan Malang, terutama sebagai pusat pergerakan logistik di Pulau Jawa.Pertumbuhan volume dorong kesiapan layanan arus balik
KAI Logistik juga mencatat pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada pekan terakhir Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini, volume pengiriman mencapai 95.721 koli barang, naik sekitar 68% dari 57.143 koli pada tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perseroan selama periode permintaan musiman. Perusahaan menyebut arus balik tetap menjadi periode penting untuk menjaga kelancaran distribusi, baik bagi kebutuhan individu maupun pelaku usaha. Karena itu, KAI Logistik menyatakan kesiapan penuh untuk kembali mengoptimalkan layanan mulai hari ini, 25 Maret 2026. Langkah tersebut menempatkan layanan logistik kereta api sebagai salah satu penopang distribusi barang pada musim Lebaran di Indonesia.Sebelumnya, kami melaporkan soal dinamika pasca-Lebaran ketika desa kembali sunyi setelah arus mudik mereda, sekaligus menyoroti lemahnya fondasi ekonomi pedesaan. Dalam laporan itu, perputaran uang saat Lebaran dinilai masih dominan konsumtif dan cepat kembali terserap ke pusat ekonomi, sehingga remitansi perantau didorong diarahkan ke investasi produktif melalui penguatan kelembagaan seperti BUMDes.
Berita DSV Terbaru
- Forex
- Crypto