Kemendag pastikan pasokan bapok tetap terkendali di Jakarta

Kemendag pastikan pasokan bapok tetap terkendali di Jakarta
Pasokan bapok tetap terkendali

Kementerian Perdagangan menyatakan hasil peninjauan di Pasar Minggu, Jakarta, pada Sabtu (28 Mar) menunjukkan ketersediaan barang kebutuhan pokok pasca-Lebaran secara umum mencukupi dan harga masih terkendali. Pemerintah menyampaikan pemantauan harian terus berjalan untuk menjaga stabilitas pasokan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional. Langkah ini ditujukan untuk menahan gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat di berbagai daerah.

Sorotan

  • Kemendag memastikan stok bapok di Jakarta tetap memadai setelah Lebaran, fokus pada kecukupan pasokan dan kestabilan harga di pasar.
  • Pemantauan harga dan distribusi dilakukan harian melalui SP2KP, sinergi dengan Bulog, ID FOOD, serta asosiasi untuk kelancaran distribusi komoditas utama.
  • Langkah pengawasan berkelanjutan membantu pelaku distribusi dan ritel menekan risiko logistik serta menjaga daya beli konsumen melalui pengendalian harga bapok.

Pemantauan pasokan dan harga pasca-Lebaran

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kondisi pasokan dan harga bapok di Pasar Minggu, Jakarta. Dalam peninjauan itu, Kemendag menyebut stok bapok secara umum masih memadai setelah Lebaran dan masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pasokan. Fokus pemantauan mencakup kecukupan stok serta kestabilan harga di pasar.

Koordinasi distribusi melalui SP2KP dan BUMN pangan

Kemendag menyatakan pemantauan harga dilakukan setiap hari, termasuk selama Ramadan dan Idulfitri, melalui sinergi dengan pemerintah daerah memakai Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok, SP2KP. Koordinasi juga dilakukan dengan asosiasi dan para pemasok untuk menjaga kelancaran distribusi di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, kementerian berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID FOOD guna memastikan ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga untuk komoditas seperti beras SPHP, gula pasir, dan MINYAKITA.

Dampak bagi stabilitas pasar nasional

Upaya pengawasan yang berlanjut menunjukkan pemerintah menjaga stabilitas pasar pangan pada periode konsumsi tinggi. Bagi pelaku usaha distribusi dan ritel, kepastian pasokan dapat membantu menekan risiko gangguan logistik dan lonjakan harga jangka pendek. Bagi konsumen, pengendalian harga bapok tetap menjadi faktor penting untuk menjaga belanja rumah tangga dan daya beli.

Kami sebelumnya melaporkan proyeksi dampak mudik Lebaran 2026 terhadap perekonomian, termasuk kenaikan konsumsi dan perputaran uang di daerah yang diperkirakan mencapai sekitar Rp148 triliun. Laporan tersebut juga menyoroti bagaimana peningkatan mobilitas dan belanja selama Ramadan–Lebaran mendorong kebutuhan penguatan produksi serta distribusi, di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas melalui kebijakan anggaran dan dukungan likuiditas perbankan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.