ADPI nilai target pertumbuhan aset dana pensiun OJK sulit tercapai pada 2026
Asosiasi Dana Pensiun Indonesia menyatakan target Otoritas Jasa Keuangan agar aset dana pensiun tumbuh 10% hingga 12% pada 2026 menghadapi tantangan besar di tengah kondisi ekonomi yang masih belum pasti. Dalam keterangan Bambang Sri Mulyadi, staf ahli ADPI, kepada Kontan pada 30 Maret 2026, asosiasi itu memilih proyeksi yang lebih konservatif sambil menyiapkan langkah kehati-hatian untuk menjaga hasil investasi dan arus iuran.
Sorotan
- ADPI memproyeksikan pertumbuhan aset dana pensiun DPPK hanya sekitar 3–4% dan DPLK 7% pada 2026, di bawah target OJK.
- Total aset DPPK pada 2025 diperkirakan mencapai Rp245 triliun, sedangkan jika digabung dengan DPLK, total mencapai sekitar Rp405 triliun.
- Industri dana pensiun akan fokus pada disiplin iuran, pengelolaan risiko portofolio, dan edukasi publik demi memperkuat penghimpunan dana jangka panjang.
Proyeksi pertumbuhan 2026 dan strategi industri
ADPI memproyeksikan pertumbuhan dana pensiun sukarela, mencakup Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan, berada di kisaran 7% pada 2026. Untuk DPPK Program Pensiun Manfaat Pasti, pertumbuhan diperkirakan sekitar 3% sampai 4%. Sementara itu, DPPK Program Pensiun Iuran Pasti diproyeksikan tumbuh sekitar 5% sampai 6%.
Bambang mengatakan asosiasi tidak terlalu optimistis terhadap target regulator jika melihat kondisi ekonomi saat ini hingga akhir tahun yang masih belum pasti. Karena itu, pelaku industri menekankan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi. Fokusnya adalah menjaga stabilitas portofolio dan konsistensi hasil usaha di tengah gejolak pasar.
Selain pengelolaan investasi, ADPI juga mendorong komunikasi yang lebih intensif dengan pemberi kerja. Langkah ini ditujukan agar iuran disampaikan tepat waktu dan dalam jumlah yang sesuai. Menurut asosiasi, disiplin iuran menjadi salah satu penopang utama kinerja dana pensiun.
Basis aset 2025 dan implikasi bagi pasar dana pensiun
ADPI mencatat total aset DPPK pada 2025 berada di kisaran Rp245 triliun. Jika digabung dengan DPLK, total aset dana pensiun mencapai sekitar Rp405 triliun. Basis aset ini menunjukkan industri tetap memiliki skala besar, meski laju pertumbuhan tahun ini dinilai berpotensi lebih rendah dari sasaran OJK.
Di sisi lain, ADPI menilai DPLK perlu lebih agresif dalam melakukan literasi kepada masyarakat. Upaya ini diarahkan untuk memperluas pemahaman publik mengenai manfaat dana pensiun dan mendorong minat menjadi peserta. Jika partisipasi meningkat, industri berpeluang memperkuat penghimpunan dana jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi.
Perbedaan antara target OJK dan proyeksi ADPI juga memberi gambaran bahwa industri sedang menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan pengelolaan risiko. Bagi sektor jasa keuangan, pendekatan yang lebih konservatif dapat membantu menjaga ketahanan aset dan kepercayaan peserta. Pada saat yang sama, ruang pertumbuhan tetap terbuka jika kondisi ekonomi dan pasar modal membaik sepanjang 2026.
Kami sebelumnya melaporkan pelantikan Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 yang menandai dimulainya kepemimpinan baru dengan fokus pada stabilitas pasar, pendalaman sektor keuangan, dan penguatan perlindungan konsumen. Dalam laporan tersebut, OJK menempatkan pemulihan kepercayaan pasar modal sebagai prioritas, sekaligus menegaskan pengawasan terintegrasi atas konglomerasi keuangan dan produk hibrida sebagai bagian dari agenda penguatan kredibilitas sektor jasa keuangan.
Berita Pension Funds Terbaru
- Forex
- Crypto