Ciputra Life siapkan strategi kendalikan tekanan inflasi medis pada bisnis asuransi kesehatan
PT Asuransi Ciputra Indonesia menegaskan inflasi medis masih menjadi tantangan utama bagi lini asuransi kesehatan pada 2026, menurut pernyataan Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto kepada Kontan pada Rabu, 1 April 2026. Tekanan itu muncul di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan, harga obat, dan tindakan medis yang mendorong rasio klaim industri. Perusahaan menilai kondisi tersebut perlu direspons dengan penyesuaian operasional dan produk agar perlindungan nasabah tetap berjalan serta keberlanjutan bisnis tetap terjaga.
Sorotan
- Ciputra Life memperkuat kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan dan memantau klaim secara efektif untuk menghadapi tekanan inflasi medis pada 2024.
- Klaim asuransi kesehatan kumpulan Ciputra Life diperkirakan mencapai hampir 40% dari total klaim pada 2025, naik signifikan seiring peluncuran produk baru.
- Implementasi POJK 36/2025 diharapkan memperkuat tata kelola dan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis asuransi kesehatan dengan disiplin pengendalian klaim.
Langkah Ciputra Life untuk menjaga biaya dan relevansi produk
Ciputra Life menyebut antisipasi terhadap inflasi medis dilakukan melalui beberapa langkah strategis di sisi operasional. Perusahaan memperkuat kerja sama dengan jaringan rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan agar mutu layanan tetap optimal dengan biaya yang lebih terkelola. Selain itu, perusahaan melakukan pemantauan klaim secara lebih efektif dan memastikan perawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan medis.
Dari sisi produk, perusahaan akan mengevaluasi dan menyesuaikan produk secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah. Langkah itu juga ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara manfaat yang diterima nasabah dan premi yang dibayarkan. Ciputra Life juga menjalankan edukasi kepada nasabah mengenai penggunaan asuransi kesehatan secara bijak serta mendorong gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan.
Melalui rangkaian langkah tersebut, perusahaan menyatakan tetap berkomitmen memberikan perlindungan kesehatan yang optimal. Pada saat yang sama, Ciputra Life berupaya menjaga kesehatan bisnis di tengah perubahan biaya medis yang terus berkembang. Strategi itu menjadi bagian dari dorongan kinerja asuransi kesehatan perseroan pada tahun ini.
Porsi klaim grup naik, industri hadapi tantangan utilisasi
Listianawati menyampaikan klaim asuransi kesehatan kumpulan memiliki porsi hampir 40% terhadap total keseluruhan klaim asuransi kesehatan perusahaan pada 2025. Porsi itu disebut meningkat cukup signifikan dibandingkan 2024, seiring produk asuransi kesehatan kumpulan baru diluncurkan pada pertengahan 2024. Kenaikan klaim juga berjalan searah dengan pertumbuhan jumlah peserta dan meningkatnya utilisasi layanan kesehatan.
Di tingkat industri, Otoritas Jasa Keuangan memperkirakan inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi asuransi kesehatan pada tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan tingginya utilisasi layanan kesehatan, kebutuhan penguatan manajemen risiko, dan pengendalian klaim juga menjadi tekanan bagi pelaku usaha. Menurut OJK, dampak inflasi medis dalam beberapa tahun terakhir bahkan mendorong sebagian perusahaan menyesuaikan strategi pemasaran produk kesehatan.
POJK 36/2025 menjadi dasar penguatan sektor
OJK menilai penguatan tata kelola melalui POJK 36/2025 tentang Ekosistem Asuransi Kesehatan diharapkan membuat sektor ini berkembang lebih sehat dan berkelanjutan. Regulasi tersebut juga diharapkan menjaga asuransi kesehatan tetap menjadi area penting dalam pengembangan produk industri. Bagi perusahaan seperti Ciputra Life, kerangka itu memberi landasan untuk menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan disiplin pengelolaan klaim.
Dalam konteks pasar Indonesia, fokus pada efisiensi biaya, evaluasi produk, dan edukasi nasabah menjadi semakin penting ketika utilisasi layanan kesehatan terus meningkat. Tekanan inflasi medis tidak hanya memengaruhi profitabilitas perusahaan, tetapi juga menentukan cara perusahaan merancang manfaat dan premi. Karena itu, strategi pengendalian klaim dan penguatan kemitraan layanan kesehatan berpotensi menjadi faktor utama dalam menjaga daya tahan bisnis asuransi kesehatan sepanjang 2026.
Kami sebelumnya melaporkan pencabutan izin usaha PT BPR Pembangunan Nagari oleh OJK yang efektif 31 Maret 2026, yang menambah jumlah bank tutup menjadi enam hingga akhir Maret 2026. Dalam laporan itu, OJK menegaskan dana nasabah tetap dijamin LPS serta proses likuidasi dan verifikasi data simpanan dilakukan untuk memastikan pemenuhan ketentuan penjaminan dan menjaga kepercayaan publik.
- Forex
- Crypto