IHSG menguat 1,93 persen di Jakarta, nilai transaksi capai Rp16,4 triliun
Menurut data perdagangan yang dikutip dalam artikel, Indeks Harga Saham Gabungan pada Rabu, 1 April 2026, berakhir di level 7.184 setelah mayoritas saham dan hampir seluruh indeks acuan bergerak di zona hijau. Penguatan ini terjadi dengan 494 saham naik, 224 saham turun, dan 240 saham tidak berubah, menandakan sentimen pasar domestik yang cenderung positif pada akhir sesi.
Sorotan
- IHSG naik 1,93 persen atau 136,22 poin ke Jakarta, nilai transaksi Rp16,4 triliun dengan 29,9 miliar saham diperdagangkan.
- Indeks sektoral mayoritas ditutup menguat, kecuali kesehatan, menandakan penguatan pasar cukup merata di berbagai sektor penting.
- PT Chemstar Indonesia Tbk melonjak 27,93 persen ke Rp142, PT Alakasa Industrindo Tbk naik 25 persen ke Rp725, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk menguat 24,86 persen ke Rp1.155.
Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan
Nilai transaksi pada sesi tersebut mencapai Rp16,4 triliun dari 29,9 miliar saham yang diperdagangkan. Kenaikan IHSG sebesar 136,22 poin atau 1,93 persen menunjukkan dorongan yang cukup luas di pasar, tidak hanya pada indeks utama tetapi juga pada sejumlah indeks lapis unggulan. Kondisi ini memperlihatkan partisipasi investor yang tetap aktif sepanjang perdagangan.
Indeks LQ45 naik 1,53 persen ke level 726, sementara indeks JII menguat 2,28 persen ke 489. Indeks IDX30 juga bertambah 1,21 persen ke 393 dan indeks MNC36 naik 1,46 persen ke 306. Pergerakan serempak di beberapa indeks ini mengindikasikan penguatan tidak terbatas pada satu kelompok saham saja.
Mayoritas sektor hijau, kesehatan menjadi pengecualian
Secara sektoral, mayoritas kelompok usaha ditutup di zona hijau, termasuk energi, konsumer siklikal, keuangan, transportasi, industri, properti, konsumer non siklikal, infrastruktur, teknologi, dan bahan baku. Luasnya penguatan sektor menjadi salah satu penopang kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini. Adapun sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang ditutup melemah.
Penyebaran penguatan di banyak sektor memberi sinyal bahwa minat beli investor berlangsung cukup merata di bursa. Dalam konteks pasar Indonesia, pola seperti ini biasanya mendukung kestabilan kenaikan indeks karena tidak hanya bergantung pada satu sektor besar. Namun, pelemahan sektor kesehatan juga menunjukkan masih adanya selektivitas pelaku pasar dalam menempatkan dana.
Saham pencetak kenaikan tertinggi
Di jajaran top gainers, saham PT Chemstar Indonesia Tbk melonjak 27,93 persen ke Rp142. PT Alakasa Industrindo Tbk naik 25 persen ke Rp725, sedangkan PT Yanaprima Hastapersada Tbk menguat 24,86 persen ke Rp1.155. Kinerja saham-saham ini menambah dukungan terhadap suasana perdagangan yang positif.
Kenaikan tajam pada saham lapis tertentu juga mencerminkan adanya perburuan peluang di luar saham berkapitalisasi besar. Bagi pelaku pasar, pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum penguatan tidak hanya terlihat pada indeks, tetapi juga pada emiten individual dengan lonjakan harga signifikan. Meski begitu, perbedaan kinerja antar saham tetap menegaskan pentingnya seleksi berbasis fundamental dan likuiditas.
Sebelumnya, kami melaporkan pembukaan perdagangan awal April 2026 saat IHSG menguat ke 7.149 dan bertahan di zona hijau di sekitar 7.140, ditopang mayoritas saham yang naik serta aktivitas transaksi yang aktif. Laporan tersebut juga mencatat indeks LQ45, JII, MNC36, dan IDX30 kompak menguat, dengan seluruh sektor saat itu berada di zona hijau dan beberapa saham mencuat sebagai top gainers.
Berita Forex pairs Terbaru
- Forex
- Crypto