IHSG merosot 4,52 persen, saham Indonesia tertekan pada penutupan 8 Juni 2026
Tekanan jual meluas di Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan Senin, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun tajam ke level 5.342. Pelemahan ini terjadi di tengah dominasi saham yang bergerak negatif dan menyeret seluruh indeks sektoral ke zona merah.
Sorotan
- IHSG anjlok 4,52 persen ke level 5.342 pada penutupan 8 Juni 2026, dengan 701 saham melemah dan hanya 78 menguat.
- Nilai transaksi mencapai Rp21,3 triliun dari 29,8 miliar saham, sementara indeks LQ45, JII, IDX30, dan MNC36 juga turun lebih dari 5 persen.
- Seluruh sektor melemah serempak, namun saham GRIA naik 27,27 persen ke Rp168, FORU naik 24,69 persen ke Rp2.020, dan ASPR naik 24,63 persen ke Rp167.
Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG ditutup turun 252,63 poin atau 4,52 persen ke level 5.342 pada sesi terakhir perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Pada penutupan pasar, sebanyak 78 saham menguat, 701 saham melemah, dan 180 saham stagnan.Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp21,3 triliun dari 29,8 miliar saham yang diperdagangkan. Pelemahan juga terlihat pada sejumlah indeks utama lain, dengan LQ45 turun 5,50 persen ke 527, JII turun 5,71 persen ke 319, IDX30 melemah 5,61 persen ke 298, dan MNC36 turun 5,84 persen ke 231.
Dampak sektoral dan saham penguat
Tekanan pasar menjangkau seluruh kelompok sektor, dengan indeks sektoral kompak berada di zona merah. Sektor yang tercatat melemah meliputi konsumer non-siklikal, keuangan, properti, teknologi, kesehatan, energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, dan industri.Di tengah koreksi pasar yang luas, beberapa saham masih mencatat kenaikan tertinggi. PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) naik 27,27 persen ke Rp168, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menguat 24,69 persen ke Rp2.020, dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) bertambah 24,63 persen ke Rp167.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan jual asing pada saham bank besar, kami menyoroti pelemahan saham-saham perbankan yang menyeret BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI ke level terendah multi-tahun seiring koreksi IHSG pada 8 Juni 2026. Kami juga mencatat tekanan meluas ke bank BUMN dan swasta seperti BRIS, BBTN, BNGA, dan BDMN, yang mencerminkan sentimen jangka pendek sektor keuangan masih rapuh meski fundamental beberapa emiten dinilai tetap solid.
Berita Forex pairs Terbaru
- Forex
- Crypto