IHSG melemah pada awal perdagangan, sektor mayoritas berada di zona merah

IHSG melemah pada awal perdagangan, sektor mayoritas berada di zona merah
IHSG dibuka melemah

Perdagangan saham di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026, bergerak fluktuatif setelah Indeks Harga Saham Gabungan sempat dibuka menguat. Dalam beberapa menit pertama, tekanan jual mendorong indeks berbalik turun ke level 5.819 di tengah dominasi saham yang melemah.

Sorotan

  • IHSG dibuka naik 0,11% ke 5.846 lalu berbalik melemah 0,35% ke 5.819 beberapa menit setelah perdagangan dimulai.
  • Nilai transaksi awal mencapai Rp1,2 triliun dengan volume 1,1 miliar lembar; 177 saham menguat, 309 saham melemah, dan 473 stagnan.
  • Mayoritas indeks sektoral melemah, kecuali bahan baku dan kesehatan; GMTD, MGNA, SOTS jadi top gainers, sedangkan WEHA, BEER, dan BOGA turun terdalam.

Pergerakan awal indeks dan aktivitas transaksi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka naik 0,11% ke level 5.846 sebelum berbalik melemah 0,35% ke level 5.819 beberapa menit setelah perdagangan dimulai. Pada fase awal sesi ini, sebanyak 177 saham berada di zona hijau, 309 saham melemah, dan 473 saham stagnan.

Nilai transaksi awal tercatat Rp1,2 triliun dengan volume mencapai 1,1 miliar lembar saham. Di jajaran indeks utama lain, LQ45 melemah 0,51% ke 577, MNC36 turun 0,40% ke 254, dan IDX30 terkoreksi 0,56% ke 326, sementara JII menguat 0,13% ke 352.

Tekanan sektoral dan pergerakan saham unggulan

Mayoritas indeks sektoral berada di zona merah, mencerminkan pelemahan yang cukup luas di pasar. Sektor yang turun meliputi energi, properti, industri, konsumer siklikal, infrastruktur, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi, sedangkan bahan baku serta kesehatan menguat.

Di kelompok saham dengan kenaikan tertinggi, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) memimpin daftar top gainers. Sementara itu, saham yang mencatat penurunan terdalam pada awal perdagangan ditempati PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA), PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER), dan PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA).

Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan asing pada saham perbankan besar, kami mengulas pelemahan BBCA dan BBRI yang sempat menyentuh level terendah lima tahun di tengah net sell asing yang besar. Kami juga menyoroti bagaimana kenaikan BI Rate dan depresiasi rupiah memperkuat aksi jual, meski fundamental kedua bank dinilai masih solid. Konteks ini membantu membaca mengapa tekanan sektoral dapat cepat menular ke pergerakan indeks dan saham unggulan di awal sesi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.