Manulife Indonesia rampungkan akuisisi Schroders, AUM gabungan membesar
Manulife Wealth & Asset Management menyatakan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia telah tuntas setelah seluruh syarat transaksi, termasuk persetujuan OJK, terpenuhi pada 1 April 2026. Penyelesaian ini memulai fase integrasi dua manajer investasi di Indonesia, ketika keduanya masih beroperasi paralel selama masa transisi. Nilai transaksi tidak diungkapkan, namun langkah tersebut mempertegas ekspansi jangka panjang Manulife di pasar pengelolaan aset domestik.
Sorotan
- Manulife Indonesia menuntaskan akuisisi Schroders Indonesia, memulai integrasi operasi, produk, dan branding untuk memperkuat posisi di pasar domestik.
- Gabungan aset kelolaan MAMI Rp124,3 triliun dan Schroders Indonesia Rp53 triliun pada akhir 2025 menjadikan entitas hasil merger berkategori besar di Indonesia.
- Konsolidasi ini diharapkan memperkuat struktur industri manajemen aset nasional dan meningkatkan persaingan seiring pertumbuhan partisipasi investor ritel.
Integrasi operasi dan kapasitas bisnis
Setelah transaksi selesai, MAMI dan Schroders Indonesia memulai penggabungan bertahap yang mencakup operasi, produk, dan branding. Chief Executive Officer Wealth and Asset Management Asia Manulife, Fabio Fontainha, mengatakan akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi perusahaan di Indonesia. Menurut dia, penggabungan kapabilitas kedua manajer investasi membentuk platform yang lebih besar untuk menghadapi dinamika pasar.
CEO & President Director MAMI, Afifa, menyebut transaksi ini sebagai momentum penting saat perusahaan memasuki usia ke-30 tahun. Ia menilai langkah tersebut bukan sekadar aksi korporasi, melainkan awal fase baru untuk memperluas dampak bisnis dan memperkuat posisi di industri. Di sisi lain, CEO & President Director Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, mengatakan proses ini membuka akses ke sumber daya yang lebih luas sambil menjaga kekuatan dan budaya perusahaan.
Dampak terhadap industri manajemen aset Indonesia
Sebelum akuisisi, MAMI tercatat mengelola dana Rp124,3 triliun pada akhir 2025 dan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah. Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp53 triliun per Desember 2025, dengan basis nasabah institusi yang kuat serta jaringan distribusi yang luas. Dengan penggabungan tersebut, skala aset kelolaan gabungan menjadi lebih besar di pasar Indonesia.
Pasar menilai konsolidasi ini berpotensi memperkuat struktur industri pengelolaan aset domestik. Penilaian itu muncul ketika industri dalam beberapa tahun terakhir terus bertumbuh, didorong oleh kenaikan partisipasi investor ritel dan kebutuhan diversifikasi investasi. Dalam konteks itu, akuisisi Manulife atas Schroders Indonesia dapat memperbesar persaingan di sektor manajemen investasi nasional.
Kami sebelumnya melaporkan strategi sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) di sejumlah Bank Pembangunan Daerah pada awal 2026, ketika kinerja beberapa BPD tercatat beragam dan konsolidasi diposisikan untuk memperkuat permodalan serta jaringan bisnis. Dalam laporan itu, Bank Jatim sebagai induk KUB disebut menuntaskan penguatan aspek permodalan dan mengarahkan fokus berikutnya pada pendalaman sinergi bisnis, dengan efektivitas eksekusi serta sentimen geopolitik global menjadi faktor yang diperhatikan pasar.
Berita Amana Capital Terbaru
- Forex
- Crypto