IHSG turun pada pembukaan perdagangan Jakarta

IHSG turun pada pembukaan perdagangan Jakarta
IHSG dibuka melemah

Menurut data perdagangan yang dikutip dalam artikel, IHSG membuka sesi Kamis di level 7.153,11 setelah turun 31,33 poin atau 0,44%, dengan tekanan jual yang sudah terlihat sejak awal sesi. Pergerakan awal indeks berada di zona merah dalam kisaran 7.161,80 hingga 7.131,82, ketika aktivitas pasar membukukan nilai transaksi Rp1,229 triliun. LQ45 juga ikut melemah 0,18% ke 725,47, menandakan pelemahan terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Sorotan

  • IHSG dibuka melemah dengan volume transaksi 2,129 miliar saham dan frekuensi 147,4 ribu kali, menandakan aktivitas pasar tetap tinggi.
  • Sektor perindustrian memimpin penurunan awal perdagangan dengan koreksi 1,7%, diikuti barang baku 1,53%, teknologi 1,38%, dan infrastruktur 1,36%.
  • Investor asing mencatat net sell Rp5,83 triliun versus pembelian Rp5,66 triliun per 1 April 2026 sementara investor domestik net buy Rp100 miliar.

Pergerakan indeks dan aktivitas awal sesi

Sejak pembukaan perdagangan, pasar saham domestik bergerak di wilayah negatif dengan tekanan yang tergolong konsisten. Artikel menyebut sempat terjadi sedikit penguatan pada akhir pergerakan intraday awal, namun belum cukup untuk membawa indeks keluar dari zona merah. Volume transaksi mencapai 2,129 miliar saham dengan frekuensi 147,4 ribu kali, menunjukkan aktivitas tetap ramai di tengah pelemahan indeks.

Tekanan sektoral dan sebaran saham

Mayoritas sektor berada di zona merah pada awal perdagangan kali ini. Sektor perindustrian memimpin penurunan dengan koreksi 1,7%, disusul sektor barang baku 1,53%, teknologi 1,38%, dan infrastruktur 1,36%. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 295 saham melemah, 227 saham menguat, dan 436 saham stagnan. Di sisi lain, sektor kesehatan masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,17%, sementara sektor keuangan cenderung bergerak datar.

Arus investor asing dan implikasi pasar

Tekanan di pasar juga tercermin dari posisi investor asing pada penutupan perdagangan sebelumnya, 1 April 2026. Nilai jual asing mencapai Rp5,83 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian Rp5,66 triliun, sehingga menunjukkan kecenderungan net sell. Sebaliknya, investor domestik masih mencatat net buy, dengan pembelian Rp10,7 triliun dan penjualan Rp10,6 triliun. Kombinasi jual bersih asing dan beli bersih domestik menunjukkan pasar saat ini masih menghadapi tekanan eksternal, meski minat investor lokal tetap menopang transaksi.

Sebelumnya, kami melaporkan penguatan IHSG pada 1 April 2026 yang ditutup naik 1,93% ke level 7.184, didukung mayoritas saham menguat dan indeks-indeks acuan bergerak di zona hijau. Laporan tersebut juga menyoroti penguatan yang relatif luas lintas sektor, dengan sektor kesehatan menjadi satu-satunya pengecualian, serta mencatat lonjakan sejumlah saham top gainers seperti CHEM, ALKA, dan YPAS.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.