Industri hulu migas dorong pendapatan daerah dan ekonomi lokal

Industri hulu migas dorong pendapatan daerah dan ekonomi lokal
Hulu migas topang daerah

Menurut pernyataan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina, Rinto Pudyantoro, industri hulu minyak dan gas bumi memiliki efek berganda yang memperkuat ekonomi daerah, melalui penerimaan fiskal, aktivitas usaha lokal, serta penciptaan lapangan kerja. Dalam paparan di Jakarta pada 1 April 2026, ia menilai manfaat sektor ini tidak hanya tercermin pada penerimaan negara, tetapi juga pada arus pendapatan daerah dan pembangunan sarana pendukung di wilayah operasi.

Sorotan

  • Pada 2023 Provinsi Riau menerima DBH migas Rp3,6 triliun dan PBB migas Rp3,9 triliun sebagai kontribusi utama hulu migas.
  • Kegiatan operasional dan belanja sektor hulu migas meningkatkan perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan usaha daerah di rantai pasok.
  • Industri hulu migas mendukung pengembangan infrastruktur, energi domestik, dan program sosial yang memperkuat nilai ekonomi serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Komponen penerimaan dan perputaran ekonomi daerah

Rinto menjelaskan kontribusi industri hulu migas ke daerah terlihat dari beberapa komponen utama, antara lain Dana Bagi Hasil, penerimaan pajak PBB migas, serta Participating Interest sebesar 10 persen yang melibatkan badan usaha milik daerah. Ia mencontohkan, pada 2023 Provinsi Riau menerima DBH migas sebesar Rp3,6 triliun dan PBB migas sebesar Rp3,9 triliun. Menurut dia, persepsi bahwa industri migas tidak memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar tidak sepenuhnya tepat jika dampaknya dilihat secara menyeluruh.

Ia menambahkan kegiatan operasional wilayah kerja migas juga mendorong belanja barang dan jasa di tingkat lokal. Keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok ikut memperbesar perputaran ekonomi di sekitar area produksi. Hal ini membuat manfaat sektor hulu migas meluas melampaui penerimaan fiskal semata.

Dampak bagi infrastruktur, energi, dan masyarakat sekitar

Dampak berganda sektor migas juga tercermin pada pengembangan industri turunan dan penyediaan energi untuk kebutuhan domestik, termasuk pembangkit listrik. Aktivitas ini ikut mendukung pembangunan fasilitas umum yang menopang kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Dengan demikian, keberadaan industri hulu migas dinilai memiliki nilai tambah ekonomi dan sosial bagi daerah penghasil.

Selain itu, program tanggung jawab sosial perusahaan dan pengembangan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat manfaat tersebut. Program-program ini mendukung hubungan antara operator migas dan komunitas sekitar wilayah kerja. Dalam pandangan Rinto, rangkaian kontribusi itu menunjukkan sektor hulu migas tetap strategis bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Kami sebelumnya melaporkan upaya pemerintah dan Pertamina menjaga ketersediaan serta stabilitas harga BBM di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah, dengan stok nasional disebut berada di atas 20 hari. Dalam laporan itu juga ditegaskan pentingnya konsumsi yang bijak agar distribusi tetap terkendali, sekaligus menjelaskan bagaimana penahanan harga BBM nonsubsidi didukung mekanisme kompensasi dan kondisi likuiditas Pertamina.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.